Rohis Oh Rohisku...

By: Inu Anwardani



Beberapa tahun yg lalu genderang kerang berkumandang kencang. Yang sulutkan api kebersamaan, ukhuwah, keterikatan, kesolidan, kepedulian dan juga cinta.

Pertama kali aku brgabung di rohis yg kurasakan ialah seakan temui rumah baru, meski waktu itu hanya ada 3 orang ikhwan hasil rekrutan dari siswa baru. Saat itu (waktu aku kelas X) kurasakan masa-masa indahnya sekolah. Aku begitu mencintai rohis. Mbak Juli waktu itu mnyebutku ikhwan penerus rohis plg smangat, karena menurutny aku militan, meski kadang badung, males, malu2an, dan sering dimarahin (hehe,,). Bgitu juga tmen2 kelas X lainya (yg akhwat2) bgitu semangat jika bicara rohis. Nggak keliat sezarah kesah kalo bicara rohis. Oleh karena itu kakak2 & mbak2 rohis saat itu mengharap byk & bsar trhdp kami. Trutama saat kami memimpin rohis selanjutnya. Di angan mreka pasti rohis saat kami memimpin akan jauh lebih baik karena dianggap kreatf dan solid.

Perlahan masa jabatan mereka habis. Menyisakan byk knangan, hasil, dan kebaikan yg tak dipungkiri yg jd conth, introspeksi. Dan jbatanpun kmi emban dg sgenap trobosan & brilian fikiran. Tapi aneh sngguh2 aneh, benar2 BERES, tak sperti yg diinginkan. Solid itu hilang. Kbersamaan itu musnah. Ukhuwh itu sirna entah knapa. Apa yg ikhwan slah atau yg akhwat? Atau kkak2 kelas 3 yg salah? Atau jangan2 faris yg jadi sebab? Astagfrullah, aq suudzan & tdk tengok diri sndri. Jadilah rohis era tahunku biasa mlah lbih buruk dari sblumya. Antar anggota sungut2an saling salah menyalah. Sok lbih baik & bnar sndiri. Akhrnya yah jadilah, beginilah saudara2. Rohis yg katanya pnuh smangat, kreatf, MANA? Yg katnya militan, solid, hebat, MANA? Mana ruhiyah ruhul jadid itu? Mana? Mana amanah itu? Janji itu?

Bhkan smpai skarang, saat jabatan brada di ujung penggal & trsisa bberapa hari masih ada amanah yg blm tr laksanakn. Blm trealisasikan. Mana tnggng jawab ku, mu, kita, akhi, uhti? Jika sudah sprti ini patutkah qt myesal & brtnya siapa yg paling salah? Jangan hnya bsa myalahkan! Cari solusi!

Ah, Waktu makin habis. Tahu2 sudah kelas 3. Jabatan akan dilepas. Amanah msih mnggantung. Sesal tak brujung. Ingin mngulang hanyalah mimpi. Inilah bukti, saksi, bahwa ada hamba yg bodoh, lalai, trlena. Astagfrullah... :-(

Maaf mbk yeni, mbk juli aq nggak sprt kyk dulu. Maaf kak feri aq nggak bisa sehebat stangguh kak feri. Maaf kakak2 faris: kak hadi, mbk mey, kak hajri, etc aq dah ngelakin amanah ini. Maafin bu rodhiah untuk titah yg kadang dienggankan. Maaf kak aan, mbak evi, aq nggak bisa jaga nama baik dakwah ini. Aq nggak skuat karisma kalian. Maafin tman2, untk aq yg bodoh, angkuh, sombong, lagi trlena. Maafin semua, maaf untuk jabatan yg dimainkan. Maaf rohis, aku nggak cukup brbakti untuk kamu. Afwan semua..., afwanin ibnu untuk semua amanah dakwah yg disiakan & biarkan. Maaf akhi uhti.... Maaf... Maaf! Maaf, Allah, ampuni aku!

Maaf allah! Afwan.. Afwan semua, maaf...

Dan penyesalan itu ada di akhir!

0 komentar nih!:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...