Mengeja, Mengejar, dan Mengejap Untuk Cinta...


Mengeja Untuk Cinta (1)

Ketika sampai waktu, rasa itu hadir sendiri, dengan sejuta tebaran mimpi dan pelangi di hati. Entahlah, kadang aku aneh dengan benda abstrak bernama "Cinta". Entah apalah wujud sejatinya Cinta (entah padat, cair, ataukah gas), yang jelas yang kutahu Cinta itu beracun. Cinta itu bisa meracuni otak siapa saja, mungkin bisa menyebabkan orang kena penyakit gila nomor 5. Mungkin yang dikatakan Habiburrahman ada benarnya, " Dimana-mana yang namanya jatuh cinta itu sama." Iyakah?

EMBUHLAH!! Yang penting dengan naluriku, kunikmati indah-indah ini. Fitrah ini memang begitu membuncah bagi yang merasa. Dan fitrah ini bernama Cinta. Dia menjemput aku yang sudah waktuku.

Ku-eja keindahannya; C-I-N-T-A

Oh, indahnya. Sejuk. Memang sungguh seluruh, ini kukuh, ini mampu menggerakkan hati yang runtuh.

Ku-eja lagi kata itu: C-I-N-T-A

 Yah, kuhirup lagi bau Cinta...


Mengejar Untuk Cinta (2)

Ketika bermekaran tengah jajah jejali diri di asa ada satu titik jiwa yang menyata ekuilibrium "rasa". Rasa itu membuncah menyeruak menebar hingga mematahkan sifat kurang dan pendiamku. Ya, rasa itu makin meracuni otak, fikiran, rasa, dan asa. Gegap sesak rindu makin penuhi isi dada yang mencipta. Sayap-sayap cintanya mengepakkan hati tuk memberi, berbuat, dan berkorban lebih. Darinya usai ku-eja, kukejar Cinta. Meski utuh lelah sungguh, ini begitu indah...

"Kejar mega!" teriak Cinta usai ku mengeja.

Mengejap Untuk Cinta (3)

Semakin selami makin gawat penyakit Cintaku di pelosok hati hingga capai stadium gila nomor 5. Hatiku ngilu bersimbah luka. Berjuta ribu tanya menyeruak tak percaya.

Kenapa? Kenapa dia...? Kok bisa ya? Apakah dia...? Ah, berbagai kalimat 5W1H lainnya dan pertanyaan "tak percaya" menebas batang leher kemanusiaanku. Dan aku pasrah tanpa daya. Baru kurasai rasa ini buta cap kentut. Aku hanya bisa meratap sesap dan mereka kenangan yang sudah. Masih sulit bagiku menyeka gambaran klasik itu dari kanvas hati. Diam esensi. Aku mati gara-gara rasa yang kusembah.

Dan aku mengejap mata, heningkan cipta semua semua semua ejaan fana manis bernama: C-I-N-T-A

Lupakan kata gairah: kejar mega!

Mulai sekarang aku mengejap untuk Cinta, dan membenci kata maafnya. Fiuh,,


3 komentar nih!:

Nanda Hanyfa mengatakan...

Apa sih cinta itu??
nggak ngerti deh..
:l:

Inu Anwardani mengatakan...

Ibid dengan ucapan Anna Althafunissa di film KCB, "Hanya cinta yang dapat menerangkan cinta, lebih terang."

So, hanya cinta yang mengetahui kedalamannya. Cieee... tapi ana nulis ini nggak artinya ana lagi jatuh cinta. bukan. hanya sekedar mengenang masa lalu. hehe...

:n: :k: :l: :s: :b:

Inu Anwardani mengatakan...

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...