Nge-blog + Nulis = Blogger Sejati


By: Inu Anwardani

Sebuah Motivasi untuk Blogger Indonesia…

Percaya nggak percaya setiap kita adalah penulis. Itulah yang dikatakan Bobby de Porter di bukunya ‘Quantum Learning’. Menulis adalah suatu hal yang sangat mudah. Semua orang tahu menulis. Sejak SD kita sudah belajar untuk menulis. Namun nih, apa yang pengen kita tulis nggak selalu semudah tangan untuk menggoreskan tinta pena, atau semudah jemari kita menekan tuts-tuts keyboard.

Nulis itu pada dasarnya sama aja dengan bicara. Semua orang pun bisa kalo Cuma bicara. Anak kecil, remaja, kakek-kakek, om-om, dan ilmuan pun pinter bicara. Bicara itu nggak nuntut status sosial kita di masyarakat. Entah dia pejabat, entah dia pemulung, dan entah dia orang gila sekalipun, hehe... Nahh, gitu juga dengan menulis. Menulis juga adalah pekerjaan yang nggak nuntut ‘Siapa Kita’. Seorang yang Cuma lulusan SMA mungkin aja tulisannya bisa lebih baik bahkan mungkin jauh lebih baik ketimbang orang yang lulusan S 1. So, siapapun kita, apapun kita, Kita Adalah Penulis!


Terus apa dong hubungannya dengan nge-blog? Yups, hubungannya adalah nge-blog itu adalah sarana yang paling mudah untuk mempublikasikan tulisan. Nggak mungkin kan kita nulis tapi nggak ada yang baca?! Daripada kita mengirim tulisan kita di koran atau majalah, blog terbukti jauh lebih mudah dan menyenangkan. Dan nggak kayak koran yang tulisan kita kirim kadang ditolak, di blog apapun tulisan kita, sejelek apa, kita tetep bisa mempublikasikannya. Ini dapat dibuktikan dengan menjamurnya para blogger dari negeri ini. Sebuah hal yang patut disyukuri tentunya bagi bangsa Indonesia, bahwa minat teknologi dan menulis pemudanya cukup punya ‘nyala untuk mengekspresikan pribadinya masing-masing. Selain itu penyedia blog hosting pun berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik, pelayanan yang enjoy buat para blogger, dan tentunya gratis, hehe... Ada banyak blog hosting yang bisa dipilih, misalnya Blogger, Wordpress, Blogdrive, Blogdetik, Dagdigdug, dan masih banyak lagi.

Masalahnya nih, gimana sih buat numbuhin semangat nulis di blog buat para blogger? Nggak mungkin kan kalo kita bikin blog tanpa satupun tulisan! Masalah apa yang mau saya tulis di blog? Apa yang bisa saya tulis? Tentang apa? Saya kan nggak pinter nulis! Dan..., sejuta kalimat keraguan lainnya kadang menciutkan hati blogger untuk terus berkarya di dunia maya. Ada mereka yang kapok untuk tidak lagi ngurusin blog mereka, tapi ada juga yang tetep nge-blog tapi dengan nyopas (baca: ngopy-paste) tulisan orang lain. Parahnya lagi ada yang nyopas tapi nggak nyebutin nama sumber tulisan yang dia copy-paste, gawat! Dan dia manfaatin hasil njarah tulisan orang lain buat ngedapetin penghasilan dari blognya, wah parah! Tapi sebenernya hal di atas nggak salah-salah amat sih, nggak ada yang ngelarang dan ngeluarin fatwa haram copy-paste tulisan. Tapi hal di atas nggak ngewujutin sosok blogger yang kreatif, blogger yang kreatif tu kudu mampu menorehkan tulisan dari tangannya sendiri, gitu. Apa jadinya coba kalo semua blogger Indonesia bisanya Cuma nyopas? Ntar Indonesia bakal di cap negeri plagiat lagi! Hehe...

Terus solusinya gimana dong? Naah, kuncinya satu, Practice Make Perfect. Mulai sekarang tulis aja apa yang ada di pikiran kepala kita. Jangan takut kalo tulisan kita ntar bakal dianggep jelek. Tulis aja layaknya kita nulis di diary kita, tulislah sebebas tangan kita mengetikkan dan tuliskan. Ekspresikan tulisan kita layaknya kita lagi bicara, ceplas ceplos nggak papa, kan nanti bisa diedit ulang. Inilah enaknya menulis, apa yang kita dah tulis bisa kita tarik lagi, hehe...

Berikut sebuah kata penyemangat yang saya kutip dari salah satu grup menulis di facebook, nama penulisnya adalah ‘Thariq Alfatih’:

“Jika kita mengadakan perlombaan komputer atau sistem tercanggih, maka yang akan keluar sebagai pemenang pastilah adalah otak manusia. Otak kita begitu kompleks. Otak menampung bermilyar-milyar informasi. Semua informasi yang ada diotak itu adalah sesuatu yang bisa ditulis. Anda bisa menulis jutaan artikel dengan semua informasi itu. Setiap hari anda dihadapkan dengan puluhan kejadian. Anda diperhadapkan dengan ratusan informasi. Anda diperdengarkan dengan puluhan cerita. Tidakkah anda menyadarinya bahwa semuanya bisa anda tulis. Anda bisa menulis semua kejadian-kejadian itu. Anda memiliki jutaan bahan untuk memulai menulis. Pertanyaanya sekarang apakan anda berani untuk menulis kannya?”

William Forrester juga pernah bilang:
“Menulislah—pada saat awal—dengan hati. Setelah itu, perbaikilah tulisan anda dengan pikiran.”

Setiap pribadi adalah unik. Apapun yang tercipta dari dalam diri kita secara manusiawi itulah keunikan kita, hasil karya kita hanyalah satu-satunya karya kita, nggak kan ada yang bisa menyamakan karya kita. Kita itu unik! Maka keluarkanlah bakat kita, keajaiban kita, kehebatan kita yang diberikan Tuhan bahwa ‘kita adalah pemilik diri kita’. Ekspresikan karakter tersembunyi tersendiri dalam diri kita. Jadi ungkapkanlah, ekspresikanlah perasaan kita dengan tulisan. Tulis apa yang kita rasa. Suarakan apa yang kita keluhkan. Luapkan kegembiraan. Ungkapkan kesedihan kita. Bagi kekalutan kita, orang-orang yang kita sayangi-cintai. Tunjukkin bahwa kita adalah singa meski hanya berjuang dengan pena, dengan tulisan, dengan blog!

Hal yang paling pertama adalah menulis apa yang ada di hati kita, perasaan kita. Saat kita menulis dunia kita seolah diam, hanya hati dan kita yang bergerak. Tulis semau hati kita. Yang bergerak adalah hati kita. Yang bersuara adalah suara hati kita. Dengan ini kita menulis hingga berjam-jam lamanya. Dan dengan ini juga kita baru sadar bahwa kita hebat; kita bisa mengingat-ingat kejadian-kejadian yang lampau yang menarik bagi kita, kita mampu menuliskan dengan berbagai kecerdasan dan ilmu kita, kita menuliskan luapan emosi kita dengan jutaan perasaan, tak terasa tulisan kita mengalir deras bagaikan air bah. Inilah hebatnya kita jika kita mau untuk mempraktekkan dan terjun langsung. Kita mampu menulis dengan gagasan yang orisinil. Dan tahap akhir adalah pengeditan, kita bisa mengubah diksi yang kita anggap perlu diubah dan diganti.

Tulisan kita bisa kita taruh di blog kita dengan bangganya. Tentu ada kepuasan tersendiri bagi kita, ada kesenangan batin. Dengan kemudahan akses internet saat ini tentu mempermudah kita untuk mengekpresikan diri dan membudayakan blogging. Sangat mudah saat ini untuk membagi dan berbagi pikiran kita.

Sedikit cerita, pernah nggak kamu ngedenger nama “Sayyid Quthb”? atau “Dr. Aidh al Qarni”? Dan tau nggak bahwa mereka pernah menulis buku terbesarnya “Tafsir Fizhilalil Qur’an” dan “La Tahzan” ketika berada di dalam penjara? Meski dalam keadaan yang sulit mereka tetep menulis. Penjara boleh memenjarakan fisik mereka, tapi nggak untuk hati dan pikiran mereka. Mereka tetep bisa menyiptakan master piece buat manusia lainnya. Gitu juga dengan Ibnu Taimiyah, beliau tetep menulis dengan arang ketika penanya disingkirkan oleh pemerintah dzalim saat itu. Imam Hasan al-Banna tetap menulis ketika dalam perjalanan jauh naik kereta. Kamu juga kenal nggak dengan Ibnu Hazm, seorang Ulama yang dilahirkan di tanah Spanyol, dia telah menulis hingga 400 jilid buku di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Tulisannya dijadikannya senjata dan tameng untuk melawan pihak musuh. Penguasa saat itu lebih takut dengan tulisan daripada ratusan prajurit perang. Dan tahu nggak buku mereka itu semua Best Seller! Sampe sekarang jadi rujukan dan dibaca oleh ribuan penulis.

Nahh, dalam keadaan yang begitu aja ulama islam tetep punya semangat untuk menulis. Kamu jangan mau kalah dong, keadaan kita lebih baik dari mereka. Tentunya kita bisa menorehkan prestasi yang juga bermanfaat buat orang lain. Terlebih di zaman teknologi yang sangat mudah diakses dimana-mana. Tunjukkin bahwa kamu adalah blogger sejati, yang terus semangat dalam kondisi dan situasi apapun untuk menulis. Buktikan bahwa kamu adalah blogger yang produktif, yang senantiasa menghasilkan karya dengan tulisan-tulisan di blog. Tunjukkin bahwa blogger-blogger indonesia adalah penulis-penulis yang handal, yang mampu ngerubah citra bangsa menjadi lebih baik dan terus maju dengan jalan menulis. Dengan jalan blog.

Sedikit kisah juga, dari saya pribadi. Sekitar sebulan yang lalu saya pernah menulis di facebook dan blog saya ini tentang sekolah saya, di tulisan saya saya mengkritik pendiskriminasian di sekolah saya. Nggak tanggung-tanggung, saya menulis hingga empat halaman A4. dan nggak ayal, setelah beberapa hari setelah saya memposting tulisan saya, saya dipanggil oleh pihak guru. Bahkan saya sudah menghadap kepala sekolah sebanyak Tiga Kali gara-gara guru menganggap saya menulis sesuatu yang aneh-aneh tentang sekolah. Sebenarnya saya tidak takut meski beberapa kali masuk di ruang kepala sekolah, toh yang saya tulis memang benar adanya dan merupakan kritik yang membangun. Sebuah kritik unntuk terwujudnya keadilan. Tapi saya akhirnya menghapus tulisan di facebook dan blog saya karena saya tak mau dianggap siswa yang sengaja membuat masalah di sekolah dan saya takut juga jika saya dikeluarkan serta saya nggak mau jadi Prita Mulyasari kedua. Tapi sungguh, dengan menulis kritikan itu saya merasa Merdeka. Saya menulis dengan hati saya, dengan keluhan saya, dan dengan itu kepuasan tersendiri merajai hati saya dan merasa saya merdeka.

Ya, dengan menulis kita seakan merdeka. Dengan menulis dunia kita tak selebar daun telinga (hehe,, perumpamaannya kecil banget!), dunia kita seakan luas dan ingin terus untuk menggali kemampuan kita. Mulai sekarang, tulislah! Tulislah kisah kita! Tulislah ungkapan kita, tulis luapan kita! Tulis kritikan kita! Tulis kekesalan yang bercokol di hati kita! Tulis kesedihan kita! Tulis kebahagiaan kita! Teruslah berbagi dengan menulis. Share suasana hati kita. Tetaplah memberi manfaat untuk orang lain, paling tidak untuk diri sendiri. Meski hanya beberapa bait. Meski hanya beberapa kata...

Hidup buat Blogger Indonesia!!!


* * * * *

Artikel ini diikutsertakan dalam kontes menulis yang diadakan oleh Indonesia Menulis yang diSponsori oleh:

4 komentar nih!:

Feby Baradatu mengatakan...

Waah bagus juga...
TErkadang ngeblog itu ngikut trend sih. apalagi di baradatu. kalau belum dianggap ngetrend ya nggak akan diikuti orang.
padahal di negara2 maju, blog itu komunitas yang paling digemari banyak etnis.

Berry Devanda mengatakan...

wah...mantap tulisannya...
salam kenal...

Inu Anwardani mengatakan...

@Feby: Iya, emang kadang ngeblog ikut-ikutan ngetren. kayak temen aku yang pengen banget punya blog, padahal nggak tau untuk apa sebenernya blog itu. yang dia tau dia pengen eksis juga di dunia maya layaknya di facebook, padahal dalam ngeblog kita tuh dituntut untuk menulis, bukan hanya sekedar ikut-ikutan tren. bukan hanya pamer kehebatan ngeblog, tapi gimana caranya kita ngasih manfaat banyak buat orang laen. tul nggak? hehe... :a: :n: :a: :n: :a: :n:

Inu Anwardani mengatakan...

@Berry: Makasih ya udah kunjung ke blog sederhana ini... ^_^ :h: :h:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...