Surat


Hai! Pa kabar? Semoga kamu selalu sehat disana yah. Semoga setiap waktu yang kamu jalani disana makin membuat kamu betah dan dewasa. Hmm, udah lama yah kita nggak bertegur sapa. Udah lama kita nggak saling bertemu. Bahkan, berkomunikasi lewat hal termudah pun kita sudah jarang. Lewat telepon, lewat internet, kita juga sudah jarang berhubungan lewat semua itu.

Teman, kenapa ya, aku kok suka berpikir kalo disana kamu mungkin sudah lupa dengan aku. Kamu sudah lupa dengan kisah yang sudah kita lukis bersama. Aku malah berfirasat disana kamu dah nemuin sosok yang baru: sosok yang menggantikanku. Ah, mudah-mudahan itu semua Cuma firasat yang nggak bener adanya.

Penerimaan CPNS Way Kanan yang Aduhai


Ada tetangga sebelah yang bilang, “Sekarang, kalo mau jadi guru harus punya duit 150 juta, mau jadi perawat harus siap 125 juta, mau jadi bidan harus punya 125 juta, hayo mau jadi yang mana??? Terus gimana nasib anak saya karena nggak punya uang sebanyak itu…. cpns gila.”

Untukmu Bunda

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA

Duhai ibunda, dengarkan doa
Putramu yang kini jauh dari sisimu
Tunaikan pesan genggam harapan
Ukir senyum bahagia di wajah ibunda

Kesabaranmu asuh imanku
Lembut tuturmu bagai udara jiwaku
Air matamu biaskan rindu
Sujudmu penuh lautan doa untukku

Atas hari yang lelah
Dan malampun kau terjaga untukku
Oh ibu....

Kasih Allah semoga tercurah untukmu
Tuk pengabdian yang kau persembahkan selalu
Didik diriku tuk pahami nilai keikhlasan

LUAR BIASA



Ya, kata itu yang saya bisa katakan. Begitu banyak yang mesti saya ambil pelajaran dari kampus baru yang saya miliki ini. Sedikit bercerita pada dunia, bahwa saya bangga bisa bersekolah, menuntut ilmu, dan bertemu dengan orang-orang yang LUAR BIASA disini.

Indonesia Sama Jepang itu Bedanya Cuma Sedikit


Sobat, tahu nggak sih bahwa negara kita yang cintai ini sedikit perbedaannya sama negara jepang yang hebat ituh. “Sedikit!”. Yap, berarti kalo kita mau mengubah sedikit saja salah satu dari sifat kita, maka bisa jadi alias mungkin kita akan sama atau setara dengan negeri matahari terbit yang luar biasa itu.

Mau tahu apa perbedaan sedikit antara negara kita ama negara jepang? Check it out!!!

Yang Membelokkan Keikhlasanku




Pagi bersenandung. Derai-derai embun dan udara yang bertebaran menampakkan bau basahnya kesejukan. Dedaunan yang hijau itu bermandikan tetesan meniskus sisa hujan. Pepohonan dan sawah nan hijau seakan berkata pada dunia bahwa mereka siap dengan hari baru. Buktinya, pagi ini mereka menunjukkan wajah ‘hijau’ terindahnya. Pagi baru hadir, sinar cahaya dari ufuk timur menampakkan jingganya. Ya, matahari mengingsing. Ia memberikan cahaya bagi setiap insan dengan tanpa kenal bosan, tanpa kenal kelelahan, dan tanpa kenal membangkang atas perintah Tuhan yang padanya telah ditetapkan. Ia terus beredar tunduk patuh dalam iradat-Nya. Di mataku, pagi ini sungguh memesona...

Sepotong Lagu yang Menggetarkan Hatiku



Dengerin, klik play yah! Yang mau download lagunya klik disini!
Aku jadi teringat potongan sebuah lirik lagu. Lagu yang indah. Juga dalam maknanya. Lagu itu pernah kunyanyikan bersama teman-teman rohis di SMA ku dulu. Kami pernah rekaman seadanya dan kusimpan dengan format mp3. Saat itu, kami rekaman di sebuah moshola kecil yang jelek, namun mushola itu adalah tempat perjuangan kami. Aku begitu ingat wajah sahabat yang dulu aku menyanyi bersamanya: Dede’, dan juga Pluto.

Ketika Cinta Bermatematika

KCB (Ketika Cinta Bermatematika) hehe,,,




Al-kisah, al-cerita, al-konon dan dahulu kala banget. Ada sesosok yang bernama Matem dan juga ada sesosok lain yang namanya Tika. Mereka berdua ketika kecil adalah sahabat yang amat akrab. Melebihi dari akrabnya Patrick dan Spongebob. Mereka juga sangat dekat. Ngelebihi dekatnya kaki kiri dan kaki kanan, hehe. Mereka juga sahabat yang saling mencintai. Melebihi cintanya Khairul Azzam dan Anna Althafunissa dalam film Ketika Cinta Bertasbih (haha, lebay ah!). Yup, pokoknya mereka berdua sejak kecil sudah saling kenal, saling akrab, saling dekat, dan saling menyayangi.

Ukhti Cinta

 
Pagi yang indah. Hari itu adalah hari yang penuh dengan sejuta sambutan alam nan menyejukkan. Kota Tokyo, kota yang demikian indah. Terlebih musim dingin yang tengah menyemai seantero jepang. Jepang sungguh memesona...

Angin mulai berhembus membawa udara dingin dengan tasbih. Salju-salju yang jatuh dari langit pun menghujam bumi dengan tasbih. Sakura yang tumbuh di depan pelataran itu berselimutkan putihnya salju, ketika angin datang gugurlah daunnya beserta butir-butir salju nan lembut. Dan semuanya bertasbih. Pagi itu adalah pagi yang luar biasa....

Diary Diary Cinta

Sebuah Roman


Pagi ini terasa begitu indah dan beda. Nuansa kesejukan menyapa hati siapa saja yang memperhatikan. Angin sepoi pagi mengelus-elus lembut dan dingin siapa saja yang diterpa. Embun-embun yang masih menggelantung di udara menampakkan bau basah. Semua yang ada nampak mempesona nan indah. Terutama bagi Duta.

Di matanya, sepercik rasa Surga seakan diberikan Allah untuk pagi ini. Terlebih musim semi yang tengah bertandang di hatinya. Bunga-bunga tengah menebar wanginya di hati Duta. Kuncup-kuncupnya sedang merekah. Di hati Duta bunga-bunga cinta tumbuh tanpa ada yang menyiraminya. Ya, cinta itu datang sendiri tanpa meminta izin. Inilah pertama kalinya Duta jatuh cinta. Ia jatuh cinta pada seorang gadis jelita bernama Elsa. Gadis dengan rupa berseri dengan balutan jilbab yang membingkai indah wajahnya. Manis sekali...

Memberi Gambar Background di Windows Explorer

Semuanya dah pada tahu kan dengan windows explorer? Yups, siapa sih yang nggak kenal ama dia. Dia mempermudah seorang yang ingin membuka file, menyimpan file, mengkopi file, mempaste file, dan tempat untuk mempercepat dan mempermudah kita dalam manajemen file dan folder di computer.

Nah, sekarang kita bakal belajar tentang gimana caranya memberi background di windows explorer. Tentunya dong, kalo ada gambar kita di windows explorer, makin ngebuat tampilan computer kita tambah fresh, dan tampak professional.

Widget: Slogan Islami untuk Blog

Assalamualaikum...

Buat para Blogger, berikut saya sediakan beberapa widget/ gambar slogan yang bisa sobat blogger pasang di blog masing-masing untuk menghias blog sobat-sobat agar terlihat lebih islami. Nggak ada salahnya kan mempercantik blog kita dengan gambar-gambar yang menyerukan bahwa kita bangga dengan islam. Yups, untuk sobat-sobat yang tertarik bisa langsung copy codenya dan taruh di sidebar blog.

Yuk kita buat blog kita islami..... ^_^

www.langit-inu.com

Ketika Aku Jatuh Cinta



Ketika aku jatuh cinta
Aku bertutur pada dunia
Akulah orang paling bahagia

Cinta bisa saja datang
Dari mana saja
Dan kapan saja
Cinta bisa jatuh untukku
Mengetuk pintu relungku dengan embun

Belajar Keikhlasan dari Sebuah Situs Internet


Sobat-sobat! Apa sih yang pertama terpikir kalo kita denger yang namanya ”internet”? Yups, paling di telinga kita tahunya cumaaaa, Fesbuk, OL, Chatting, Gaming, dan hanya sebatas itu. Ada juga yang bilang bahwa di internet itu marak akan hal negatifnya, seperti situs porno, dan segenap hal vulgar lainnya yang dengan mudah dapat diakses dengan sekali ”klik!”. Tapi tahu nggak, sebenernya kita bisa belajar ”kebaikan” lho dari sebuah situs-situs internet. Ohya? Iya dong! Asal kita mau membuka mata kita. Ya, membuka dengan sadar betapa baiknya mereka (situs di internet) kepada kita. Yuk kita pelajari... ^_^

Lelaki Berwajah Sedih


Ketika malam aku mengimpikan seraut wajah yang demikian kucinta memelukku. Dia yang kini banyak membantuku nan mungkin untuk beberapa hari ini kuanggap sebagai ibuku. Dia ‘mbakku’. Mbak yang penuh mencintai diriku meski tak pernah kuberikan apa-apa kecuali kekecewaan. Dia yang hingga kini banyak kurepotkan dengan segalanya. Dia yang banyak kususahkan untuk meraih cita-citaku. Dia mbakku.

Di mimpi itu, ia memelukku. Erat.

Terlepas aku dari terjaga. Kemudian segumpal wajah tergesa hadir di hadapku membawa secarik koran yang dibeli begitu awal pagi. Ada getir di wajahnya. Seakan ada keraguan yang tercipta dari riak wajah lelahnya. Dan ketika koran itu kubuka, hancurlah hatiku. Inilah untuk kesekian kalinya aku mengecewakan orang-orang yang telah kususahkan. Mbakku, ibuku, ayahku, Masku, semuanya yang telah dengan banyak harap untukku.

Main TTS Islami

Temen-temen, saya baru aja buat salah satu game TTS. Yang isinya adalah ya TTS itu sendiri. hehe... Tapi yang ini beda, yaitu agak islami. Game ini saya buat dengan JavaScript. Yups, buat kamu-kamu cobain ya TTS buatanku. Buat yang ntar menang, tak ucapin selamet deh... hehe... :

Yups! Tunggu apa lagi, klik linki di bawah ini buat main... ^_^



Atau kalo link di tas nggak bisa, klik aja yang disini. kalo nggak yang ini nih.

Suara itu...




Instrument.mp3


Suara itu... suara apa itu? Kenapa aku mengingatmu lagi? Kenapa seiring lantunan nada sejuk ini ku play hadir wajah senyummu. Muncul kebahagiaanmu yang tak bisa kugambarkan, yang hanya bisa kunikmati senyummu. Tak terasa sejuk jantungku, mengingatmu... mengingatmu, membuatku sejenak memejam mata, menikmati teduh wajah senyummu, hingga cengar-cengir tak dapat kusembunyikan dalam kesunyianku.


Kumpulan Minus One Nasyid




Buat Temen-temen nasyiders or yang suka nyanyi nasyid, bisa download file mp3 minus one nya di link-link di bawah ini. Ada banyak kok, tinggal pilih aja ya... semoga bisa nambah-nambahin koleksi nasyid minus one (karaoke) kamu-kamu semua, ya...! ^_^  Tancap....!!!





Tampilan Baru Blogku


Setelah sekian lama bersenang-senang dengan template blog sangat sederhana, ada juga kebosanan saat melihat tampilan blog yang itu-itu aja, hehe... awalnya saya sangat bangga bisa ngubah + edit css template ”Mimbo” yang sangat minim akan features. Namun karena tertarik sekali dengan dunia blog, template ”Mimbo” saya dulu saya desain sedemikian sehingga enak dan kaya akan fitur yang nggak ada sebelumnya.

Namun lagi, hehe, ada keinginan buat ganti template. Template yang lebih bagus dan loading page-nya cepet serta enak dilihat, diraba, dan diterawang. Hehehe....:)


Idupku



Hidup semakin terasa berat kujalani. Jangan salahkan aku kenapa aku lebih banyak mengeluh. Lebih banyak cengeng. Memang, aku tak patut menjadi laki-laki. Apa dia aku ini? Seharusnya memang tak ada laki-laki yang sepertiku. Bodoh! Goblok! Hancur! Aku benci aku.

Aku tak kuat menahan masalah, yang mungkin bagi orang lain bukanlah sebuah masalah. Aku ini lemah, terpaling lemah diantara makhluk-makhluk paling cemen di atas dunia. Aku cengeng. Tapi sok hebat. Sok baik. Terlalu banyak mengeluh dengan keadaan. Aku mengutuk diriku sendiri. Cowok macam apa aku ini?

Dia yang Kupanggil Laut...




16 Mei. Saat itulah ia terlahir. Setelah 9 bulan nangkring di rahim ibunda, setelah sang ibunda berpeluh payah mengandung dengan penuh kesabaran menunggu sang jabang hadir ke dunia. Akhirnya, tanggal itulah ia hadir ke dunia buah cinta ayah dan ibunda.

Paint of Life…



Ia duduk di atas hamparan rumput hijau sekolah. Sore ini, ia ingin menuntaskan kerinduannya kepada sang sore. Indah! Di matanya, langit tampak begitu memesona. Langit berwarna jingga terbias oleh binar surya yang melemah. Semburat cahaya jingga itu menyepuh rerumputan, pepohonan, jalanan, tiang-tiang, dan semuanya tampak kuning keemasan. Perlahan lirih angin menghembuskan nafasnya. Angin sore yang teduh itu membawa hawa kesejukan. Rambut gadis itu seakan tersapu menjuntai oleh sisiran desir angin sore yang lembut. Dari kajauhan, mata gadis itu nampak bersinar, layaknya pelangi...

Pergilah ke Way Kanan-ku...!!


By: Inu Anwardani


Pergilah ke Way Kanan, dan kau temukan Indonesia....

Dari ujung pulau jawa melajulah engkau secepat mungkin di atas selat sunda menuju pangkal dari sumatera. Taklukkan ombak-ombak yang menghempas. Lawanlah angin laut yang mengombang-ambingkan nahkoda seperti kapas. Rasakan percik gemercik debur air laut yang lentik dan membisik. Dan teruslah menaklukkan samudera biru dengan pukauan cakrawala yang membentang di atasnya.

Hingga akhirnya kau kan pijaki sebuah tanah yang ada di batas laut biru itu. Dari tanah yang kau pijak itu berlarilah ke utara, menyusupi mata angin, menerobos dimensi lorong ruang. Hingga akan kau temukan simbol tertinggi daerah ini, Siger. Inilah ibukota tempat ini. Tempat yang mulai menampakkan kemajuan dan ingin menjadi layaknya metropolitan. Namun bukan ini tempat yang kita cari.

Widget Buat Blogger Way Kanan



* * * * *

Sebagai blogger yang mencintai daerahnya sendiri, nggak ada salahnya kita menghias blog kita dengan gambar-gambar yang menyerukan bahwa kita blogger Way Kanan dan kita bangga menjadi masyarakat Way Kanan. Kita buktikan bahwa orang-orang Way Kanan itu cerdas-cerdas dan mengerti tentang teknologi informasi. Kita tunjukkan bahwa blogger dari Way Kanan adalah blogger yang handal, yang mampu berjuang dengan tulisan. Mari kita pemerkan bahwa, "Nih, saya anak Way Kanan! Saya cinta daerah saya."

Yups, daripada banyak ngomong, langsung aja ya... Di bawah ini saya sediakan beberapa widget yang temen-temen bisa pasang di blog temen-temen masing-masing. Widget ini saya sendiri yang membuat, dengan susah payah dan sepenuh hati tentunya. Widget di bawah ini berupa gambar animasi flash untuk memamerkan/ memeriahkan eksistensi Way Kanan di dunia blogging. Ukurannya pun sangat kecil (Tak sampai 50 KB), jadi tidak akan membebani loading page blog kamu. Yah, sebagai wujud lah bahwa, ini lho way Kanan, dan kita mencintai Way Kanan. So, buat kamu yang tertarik, kamu bisa pilih widget flash yang kamu suka dan copy-paste kodenya dan taruh di sidebar blogmu.

Education in Our Way Kanan

By: Inu Anwardani




Pendidikan di way kanan. Kali ini saya akan mencoba membahas tentang pendidikan dalam perspektif kapasitas saya sebagai seorang pelajar. Mencoba mengulas tentang sekolah di Way Kanan yang saya cintai ini.

Bagi sebagian pelajar Way Kanan, pendidikan di Way Kanan sendiri agaknya kurang diperhitungkan. Ini terlihat dari cukup banyaknya pelajar asal Way Kanan yang malah memilih jenjang pendidikannya di luar Way Kanan. Mereka lebih memilih pendidikan mereka di Bandar Lampung, Metro, Lampung Utara, dan lain sebagainya.

Wajah Baru Masjid Baradatu

By: Inu Anwardani


Ketika kita memasuki kecamatan Baradatu, maka kita akan dihadapkan pada sebuah bangunan yang megah, indah. Yakni tugu perahu yang berada di perbatasan desa Tiuh Balak Pasar dan Tiuh Balak. Bangunan ini cukup megah bagi mereka yang menatap, sebuah simbol hasil bumi masyarakat Way Kanan, dan juga memiliki simbol-simbol lainnya yang sangat penting. Disamping bangunan tugu itu, sebenarnya Baradatu juga memiliki bagunan yang cukup megah. Ya, kali ini saya akan membahas tentang Masjid yang ada di Baradatu.

Bicara tentang Masjid yang ada di Baradatu, maka yang pertama disebut pasti adalah Masjid At-Taqwa. Sebuah Masjid jami yang terbesar di kecamatan Baradatu. Sebuah tempat ibadah yang sangat strategis tempatnya mengingat lokasinya yang dekat dengan pusat kota Baradatu. Masjid At-Taqwa juga sering menjadi tempat ibadah, berteduh dan melepas penat bagi orang yang berpergian jauh seperti dari jawa, palembang, jakarta, dan sebagainya.

Sebuah Pengharapan Untuk Tanah Ini...


By: Inu Anwardani



Mengawali paragraf tulisan di blog ini, izinkan saya membuat sebuah pengharapan. Andai, negara kita yang indah ini, punya orang-orang yang peduli, orang-orang yang benar-benar cinta, tidak hanya untuk ingin mendapatkan royalti belaka, tapi memang ingin untuk membuat tempat kelahirannya maju. Andai, ilmu-ilmu yang dimiliki pelajar negeri ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dibagi, dan dipublikasikan dalam bentuk teknologi. Andai, negeri ini menggunakan produk sendiri. Andai, disini, tempat kelahiran Soekarno ini punya lagi sesosok pemuda yang baru dengan semangat luar biasa, yang mampu mengubah dunia. Seperti yang pernah Soekarno katakan, ”Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia.”

Andai, negeri yang konon katanya adalah atlantis ini, yang katanya dahulu adalah negeri yang menjadi panutan peradaban dan negeri yang kaya, mempunyai pemimpin yang dahsyat, cerdas, pintar, dan memiliki seni memimpin seperti halnya Rasulullah. Ah, tapi agaknya impi dan harapan saya pudar, terkikis pesimis yang semakin hari semakin menggila. Akhirnya saya berandai saja untuk daerah kelahiran saya... Way Kanan!

Wisata Way Kanan




Sektor pariwisata di Kabupaten Way Kanan belum dikembangkan, akan tetapi mempunyai potensi wisata yang cukup potensial apabila dikelola dan dikembangkan

Obyek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan antara lain :

  1. Curup Putri Malu merupakan obyek wisata air terjun dengan ketinggian ±100 M, berada di Desa Juku Batu kecamatan Banjit
  2. Curup Bukit Duduk merupakan obyek wisata air terjun dengan ketinggian ±60 M berada di Desa Juku Batu kecamatan Banjit
  3. Curup Gangsa merupakan obyek wisata air terjun dengan ketinggian ±50 M berada di Kota Wai kecamatan Kasui
  4. Sumber air panas berlokasi di Kayu Batu kecamatan Gunung Labuhan dan Bukit Gemuruh kecamatan Way Tuba

Tentang Sekolah…


By: Inu Anwardani


Saya adalah putra kelahiran Way Kanan. Namun pendidikan menengah atas saya sekolah di SMA N 1 Bukit Kemuning, Lampung Utara. Sebuah SMA yang, mungkin, bagi sebagian orang biasa. Jika dilihat dari tampilan fisiknya, maka sekolah ini memang sangat biasa. Saya pikir jika dibandingkan dengan SMA N 1 Baradatu, SMA saya ini kalah dalam hal tampilan, hehe...

Namun, ada satu hal yang menarik dari SMA ini dan kenapa saya memilih SMA ini sebagai tempat saya menecap pendidikan. Yaitu: yang pertama adalah, katanya kalo sekolah di Bukit Kemuning lebih tinggi tingkat kelulusannya. Yang kedua, kualitas belajarnya katanya lebih. Yang ketiga, banyak melahirkan siswa-siswa yang berprestasi dalam banyak bidang. Yang keempat, sudah banyak prestasi akademik maupun non-akademik yang dimenangkan bersaing dengan sekolah-sekolah di Lampung Utara, hingga SMA saya ini patut diperhitungkan. Yang kelima, sudah sangat banyak melahirkan orang-orang besar. Mari kita lihat pejabat-pejabat dari Way Kanan, banyak diantara mereka yang dahulunya sekolah di SMA N 1 Bukit Kemuning ini, maaf tidak perlu saya sebutkan. Yang keenam, unggul dalam organisasinya. Yang ketujuh, yang pastinya dekat dengan Baradatu, terlampau hanya 20 km yakni sekitar setengah jam naik mobil bus. Dan tarifnya pun relatif murah, seribu rupiah.

Teknologi itu...

By: Inu Anwardani



Bicara tentang teknologi, berarti mau nggak mau kita berbicara tentang kemajuan. Ya, kemajuan! Dan bicara tentang kemajuan, kita melibatkan para pemuda: sosok yang tangguh, yang memiliki visi besar untuk daerahnya, dan yang memiliki segudang amunisi tentang ilmu pengetahuan untuk kemajuan daerahnya. Bukan pemuda yang melempem, yang malah terbawa arus perubahan serta terbawa teknologi, bukan menciptakan teknologi. Disamping itu, pemerintah juga ikut andil jika ingin memajuan dalam bidang teknologi untuk daerahnya.

Biodata Inu Anwardani


Identitas Pribadi

Nama Lengkap : Ibnu Anwardani
Nama Panggilan : Ibnu, Inu, Iib, Sky, Adex, Pakde, Mas Noey, atau Dani (Semuanya bisa)
Gender : Laki-laki
Tempat Lahir : Baradatu, Way Kanan, Lampung
Tanggal Lahir : 16 Desember 1992
Agama : Islam dong!
Alamat : Jl. Sahatang 164 Tiuh Balak Pasar Baradatu
Phone : 08972630269
Motto Hidup : ”Apapun yang kamu lakukan, hidup di atas kebenaran!”

Titik Bertemunya Langit dan Laut



Subhanallah, betapa indahnya laut. Sudah amat lama nyawa ini merindukan pelukan tatap laut. Dan hari ini, aku telah berada di hadapan teduh dan debur ombak laut yang perlahan membasahi kaki. Takjub. Pasir putih yang lembut, terpan ombak kecil itu, kaki yang basah ini, birunya laut ini. Andai punya hati yang seindah kala menatap pantai-pantai ini. Kulihat di kajauhan, kapal-kapal yang berlayar, ada juga banana boat, speed boat yang melaju cepat, semuanya berapung di atas permukaan biru. Gelombang-gelombang riak yang menciptakan kedamaian. Subhanallah... agungnya Engkau Allah! Kulihat lagi dari kejauhan, perbatasan kota itu dengan laut biru, indah sobat! Kata sahabatku, itulah kota kalianda namanya. Ingin segera rasanya aku lepaskan semuanya disini... benamkan disini...

Kuabadikan gambar keindahan laut ini. Aku meminta sahabatku juga untuk memfotoku dengan background keindahan birunya laut ini. Lepas rasanya...

Horizontal Menu yang Mudah


Kamu tentu bisa dong ngeliat tampilan menu horizontal di bawah ini. Gimana menurut kamu? Bagus kan? Menu di atas cukup simpel tapi berefek luar biasa. Menu di atas menggunakan flash membuatnya, jadi bukan dengan kode css atau html. Membuatnya pun sangat mudah dan gratis, kamu bisa klik www.flashfortex.com untuk membuatnya. Dan enaknya lagi, kita nggak mesti daftar untuk nikmati widget ini. Di sini untuk membuatnya sangat mudah, kita tinggal mengisi aja menu-menu settingnya, gampang banget. Malah lebih susah kalo bikin pake css. Di www.flashfortex.com ini, apa yang kamu lihat itulah yang kamu dapat atau bahasa keyennya WYSIWYG (What you see is what you get), hehe....

Rapansa FM, Kebanggaan Baradatu

 Radio. Siapa sih disini yang nggak kenal? Semua orang kayaknya dah pada tahu dengan istilah yang sudah nggak asing ini. Kata “Radio” sering banget digunakan dalam pemakaian istilah tentang gelombang/ sinyal, contohnya “RADAR” (Radio Detection and Ranging), atau contoh lain adalah “GPRS” (General Packet Radio Service) yang digunakan sebagai koneksi internet untuk handphone. Masih banyak lagi deh contohnya tentang penggunaan kata “Radio”. Semua hal yang berkenaan dengan sinyal, gelombang, pancaran, dan hal yang berkenaan dengan media penyampaian bisa disebut Radio. Namun masyarakat lebih mengenal kata “Radio” itu identik dengan sebuah siaran, sebuah studio broadcast, dan tempat untuk menyiarkan informasi dalam bentuk audio. Radio yang dimaksud ini, pertama kali ditemukan oleh C. Marconi dari Italia.

Tapi eits, tunggu dulu, kok malah manjang ke asal-usul radio sih. Kan kita mau bahas tentang Radio yang ada di daerah kita tercinta. Yups, yaitu Rapansa FM.

Cerita Hujan tentang Ia


Meski hujan jatuh dengan perlahan, namun guyurannya seakan enggan untuk berhenti. Sudah sekitar sejam ia membasahi bumi. Dan masih ingin terus membasahi malam ini. Langit yang hitam menangiskan karunia Tuhan saat malam yang sepi seperti ini. Dan karunia-Nya jatuh pada tanah yang Ia kehendaki atas hamba yang penuh tunduk, syukur, dan tafakur.

Hujan masih menyirami dengan tiap mili air-air yang subhanallah. Gemercik suara tetesan hujan yang terpantul saat menempa genting dan jatuh dari cucuran atap kemudian memercik pada tanah menciptakan riak kedamaian dan ketakjuban. Bagai tasbih alam yang senantiasa menyucikan asma-Nya dimanapun berada. Aku tidak seperti alam yang selalu ingat untuk menasbihkan binal atas Pencipta. Aku juga tidak seperti burung-burung yang selalu menyambut indahnya ayat-ayat kauni pagi dengan tasbih-tasbih kicau yang merdu. Aku kadang lupa atau yang lebih tepat lagi lalai atau lebih tepat lagi melupakan untuk menafaskan hari dengan tasbih. Celakanya aku lebih sering dan senang mengingat salah seorang hamba yang sesungguhnya dhoif ketimbang –Nya yang khalik. Ampuni jika aku salah, Allah…

Sekuel Dikit Cerita tentang Inu Anwardani...

Inu lahir di Campur Asri, Baradatu, Way Kanan pas tanggal 16 Desember 1992. Nama ayahnya Warsudi dan Ibunya Lilis Suryani. Sebenernya nama asli Inu adalah “Ibnu Anwardani”, dengan “Ibnu” artinya anak, dan “Anwardani” adalah gabungan dari nama kedua orang tua. Di tempatnya “Ibnu Anwardani” lebih akrab dipanggil dengan sebutan “Inu”. Inu anak ke dua dari keempat anak-anak dari orang tuanya (hehe,, lagi males nulis anak ke….. dari …. bersaudara). Umur 4 tahun dia dimasukin ke TK, masuk kelas nol kecil. Tiap berangkat ke TK Inu bareng dengan sahabat terbaiknya saat itu, Roma Rio namanya. Di TK Inu banyak ketemu kenalan temen. Disitu juga Inu suka dijahilin temen-temennya yang nakal. Berantem. Dan nangis. Hal yang mamalukan bagi Inu pas TK adalah beberapa kali suka BeoL di celana (Ouchttttt!), dan untung ada bu guru yang baik hati yang mau nyebokin. Hehe... (makacih ya bu gulu...)

Our Friends and Ours

You And I.mp3

Lembar Teguran (Diary Ukhti Part 5)


Malam ini aku bermimpi tentangnya. Andai saja mimpi itu tak hadi di mimpiku, pasti aku takkan merasa resah dan rusuh begini. Mataku pun mungkin tak sembab gara-gara menangisikisah mimpi yang bagiku bukanlah lagi sebuah mimpi. Mungkin mimpiku semalam akan terjadi hari ini.
Beginilah mimpi itu...

"Elsa... Elsa..." ada sesuatu yang memanggilku dalam mimpi.
"Elsa, " suara itu mengiang kembali di telinga.

Kucari asal suara. Di rerumpunan rumput yang tengah mengeluarkan kapa di kuncupnyas. Di balik batu. Semak-semak. Aku berputar berkeliling mencari sumber suara yang memanggilku itu. Suara itu makin keras mengiang. Aku lantas berlari mengejar suara itu. Kususuri rumput-rumput yang tinggi. Perlahan aku pun lelah. Aku terengah. Aku menghentikan derap langkahku. Aku menghela nafas panjang. Suara itu kembali mengiang. Aku menoleh ke arah belakang. Terlihat sesosok wajah cahaya yang hadir. Subhanllah... benarkah ini dia? Pikirku. Dia yang senyumnya manis mengembang. Dia yang membuatku kagum. Dia yang selalu kupikirkan. Dia yang gagah, tampan, dan berkharisma. Dia yang selalu kutulis dalam diary. Oh...

"Assalamualaikum, Ukhti!,"
Haa.. dia memanggilku "ukhti"? Benarkah ini?
"Assalamualaikum, Ukhti!" dia mengulang salamnya kembali. Aku mengejap dalam pertanyaan hati. Dia tersenyum ikhlas.
"Eee.. Waalaikumsalam..." jawabku.

Pagi Hati


Ketika kubuka pintu subuh. Takjub hati yang tergambar. Subhanallah jiwa yang termekar. Paras wajah subuh seakan penuh dengan kedamaian dan gebu rasa sebuah cinta. Di balik embun di atas kaca. Di antara gelap yang mentabirkan cahaya dan kantuk. Di tengah raga yang setengah terjaga. Ah, subuh memang selalu hadirkan bau akan rindu. Rindu akan sinar-Nya yang kudamba hidayah-Nya. Rindu akan sebuah rasa yang dulu ada namun kini mulai luntur karena futur. Rindu pada bulan-bulan yang indah penuh barakah, rahmah, dan juga maghfirah. Allah, betapa inginnya aku setiap subuh kau paksakan aku untuk bangun. Untuk menyibak selimut futurku kala subuh. Untuk berkelahi dalam gelap serta kabut yang membekap. Aku ingin mengalahkan kebiasaanku, Allah!

Lembar Cemburu (Diary Ukhti Part 4)


Sudah kesekian kalinya aku menulis tentangmu di diary cintaku ini. Baru saja aku melihat, mendengar, dan menyaksikan seseorang gadis berjilbab yang agaknya seorang adik kelsamu di Rohis. Ia mengetuk pintu kelas kita saat kita belajar, dan gadis itu ternyata mencari kamu... Aku masih ingat kata-katanya...

"Assalamualaikum... maaf pak, saya mau manggil kakak yang namanya Duta!" kata gadis itu.
"Ciyeee... suit suit, ada yang nyari Duta rupanya. Siapa itu, Dut?" sontak teman-teman sekelas meledek kamu.
"Hayooo Duta..., ada maen dengan anak kelas sepuluh ya? Hahaa..." kata salah satu orang.

Dan sekian banyak lagi sorakan yang menjurus padamu karena gadi itu mencarimu.

"Waalaikumsalam. Ia silahkan!" kata pak guru Matematika yang sedang mengajar kita.

Kamu pun lantas keluar memenuhi permintaan gadis itu. Yang kutangkap saat itu adalah bahwa ada suatu yang penting antara kamu dan dia. Setelah beberapa saat kamu keluar, kamu masuk kelas lagi mengambil sebuah kunc dari tas-mu dan memberikan pada dia. Aku tahu dari teman sebangkuku, katanya kamu itu adalah seorang BPH Ikhwan dalam Rohis. Jadi yang memegang kunci mushola adalah kamu. Mungkin gadis itu ingin membuka mushola karena ada suatu kepentingan. Kamu sebenarnya tidak salah.

Lembar Kuncup Daun Abadi (Diary Ukhti Part 3)


Apakah seorang pendiam haram untuk jatuh cinta? Pertanyaan naif! Aku juga bisa merasakan fitrah manusia yang satu ini, yaitu Cinta.

Mungkin aku takkan pernah menulis di diary berlembar-lembar tentangmu dan memikirkan yang tidak-tidak andai Allah tak pernah memberiku rasa cinta kepadamu. Sebenarnya ada malu mengakui mengingat diri yang dingin, tertutup, dan pendiam ini. Tapi tak selamanya diam itu emas, kan? Adakalanya untuk berkata mengungkapkan rasa agar emas itu bernilai lebih. Meski hanya dalam tulisan. Kamu tahu kan maksudku?

Langsung saja. Aku... aku telah jatuh cinta denganmu......

Lembar Asa (Diary Ukhti Part 2)



Dear Diary,

Diary, hari ini kembali aku menyentuhmu: benda yang paling kusayang. Hari ini aku kembali menulis tentang sesuatu. Kuharap penaku ini tak melukaimu karena kutulis selalu. Tentang dia.

Tentang dia, aku melihatnya dalam siluet mimpi yang lelap. Dengan terpana aku menatap horison yang penuh makna. Ketampanannya. Keramahannya. Senyumnya. Dan penampilannya yang berkharisma. Dia telah mencuri hatiku. Dan tak bisa kusangkali ternyata aku telah jauh jatuh terperosok dalam rona cintanya.

Lembar Bunga (Diary Ukhti Part 1)



Dear Diary,

Diary, kamu tentu tahu apa yang ada di dalam hati ini dan apa yang tengah kurasai. Aku jatuh cinta, Diary. Aku jatuh cinta! Ya, inilah pertama kalinya aku jatuh cinta. Diary, kau tentu tahu bagaimana rasanya seseorang yang tengah jatuh cinta. Bahagia. Indah. Semuanya jadi tampak indah. Mempesona. Ah, kuyakin tak perlu kuceritakan kau sudah tahu bagaimana rasa seorang yang tengah mendamba cinta, karena berjuta-juta orang mengungkapkan rasa hatinya dalam sebuah tulisan. Dalam sebuah diary.

Aku amat mencintainya, Diary. Tapi kamu tahu nggak dia yang aku cintai itu? Baiklah, aku akan ceritakan.

Wajahnya yang Segera Sirna


Please, bacanya pelan-pelan aja ya... Oya, sebelumnya play dulu music player di bawah ini ya...

SHERINA - LIHATLAH...

* * * * *

Hatiku sedih, hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya, hatiku curiga
Mungkinkah kutemui
Kebahagiaan seperti disini?



One Day after That....


Di suatu pagi. Kelas yang sepi. Bangku di atas meja yang masih berdiri. Kotak sampah yang penuh dan belum sempat terbuang. Papan tulis yang masih tertulis pelajaran kemarin dan belum terhapuskan. Lantai kelas yang dingin. Terpampang daftar nama-nama siswa piket harian di sebelah papan tulis, tapi pagi ini begitu sepi tak ada yang membersihkan. Meja guru, ia kosong. Taplak meja yang lusuh itu hanya akan menjadi saksi atas ilmu-ilmu yang dengan ikhlas mereka berikan, dengan tulus mereka ajarkan. Di hadapan kita, tersusun berjajar kursi-kursi yang penuh dengan kenangan, warna, dan wajah-wajah sirna. Wajah-wajah yang pernah mengisi kelas dengan nafas, pernah mengisi kelas dengan absensinya, pernah mengambil ilmu dari papan tulis di hadapannya.

Sekarang tataplah lekat-lekat sudut-sudut ruangan kelas yang sepi senyap. Sejenak mungkin kita dihantarkan pada hari-hari yang baru kita lewati. Tertawa bersama, berfoto-foto dengan narsisnya, bernyanyi-nyanyi dengan seenaknya tanpa pernah berpikir bahwasanya ada hari ini. Saat dimana kita terpatung bisu manatap proyektor hati yang tengah mereka ulang semua hal indah yang pernah dan sudah. Kita baru tersadar bahwa perpisahan memang menyakitkan, memang sulit meninggalkan sebuah abstrak bernama kenangan. Terlebih saat dimana SMA, saat-saat terakhir mengecap putih abu-abu, saat terakhir menduduki bangku tempat belajar yang tak akan pernah ada yang seindah ini lagi. Dengan tatap setengah sadar kita mencoba menghadirkan memanggil wajah-wajah kenangan di sudut kelas ini, namun tiap ratusan kenangan yang hadir justru membuat kita tak kuasa menahan rasa. Ya, kita seakan menghirup nada sesaknya rindu, mereka seakan hidup lagi di kelas ini dan ada. Bersama di tengah-tengah kita. Mereka saakan mengajak kita bicara, dan bertanya tentang PR, Soal-soal, tugas, dan pelajaran-pelajaran yang belum dimengerti. Mereka tersenyum, ingin rasanya membagi kebahagiaan bersama kita. Beberapa sahabat menegur kita dengan keramahannya, terasa kental persaudaraan yang tercipta. Namun ada juga wajah sahabat yang tengah sedih karena masalahnya, dan menunggu kita untuk membantunya.

Ice Climbing


Sebelum baca tulisannya, tonton/ klik play dulu ya video-nya...


Video ini pertama saya lihat pas saya ngikut acara “Quantum Learning” di SMPN 1 Baradatu tanggal.... (tanggal berapa ya, lupa deh! Hihi...). “Quantum Learning” adalah sebuah acara motivasi buat para pelajar yang tentunya dan pastinya bikin semangat untuk berbuat, belajar, dan berkorban lebih. Pada ending acara itu ditampilkanlah video ini, sebenarnya video ini sangat sering ditampilkan dalam berbagai acara-acara motivasi, so buat kamu yang udah sering ikut pelatihan or “Quantum Learning” tentunya udah pernah ngeliat video ini (hehe... sotoy! Eh, baksoy aja ding...). Dan pertanyaan yang muncul dari sang trainer sesaat kami nonton video ini adalah, “Apa pesan yang bisa kamu ambil dari video di atas?”

One Byte of Heart...




Bismillah, aku jatuh cinta. Sebenarnya ada malu mengakui. Entah kenapa aku bisa merasakan ini lagi. Padahal setelah dirinya pergi kututup hati dan mengandaskan jauh-jauh untuk rasa ini. Tapi fitrah adalah fitrah, ia tidak bisa membohongi hati pemilik hati. Hati pemilik hati juga takkan pernah bisa menolak serta acuh untuk sebuah fitrah.

Sekali lagi da malu mengakui. Tapi jika aku tidak mengatakan ini, kutakut nanti menjadi duka yang tartahan. Inilah kucuran curahan hati, Ukhti... Mungkin jika kamu tahu bahwa aku mencintaimu kamu akan kaget, terkejut, dan tak percaya. Sesungguhnya selama ini aku memendam rasa ini, Ukhti. Sulit bagiku untuk menolak dan menepis hadirmu di tiap sudut-sudut malamku. Bayangmu menikam keluku. Aku susah dibuatnya. Apa yang aku mesti lakukan agar hati ini tak harus resah begini? Haruskah kubawa berlari sekeping hati ini? Tolonglah aku...

Movie XII IPA 1

Revisi: One Liter of Notes

Yuk, sekarang mari kita coba sama-sama selami sejauh mana keberadaan kita di kedalaman cermin jiwa. Sejauh mana eksistensi diri kita dalam maya. Dan seberapa lupakah kita dengan fitrah kita sendiri... Mulai sekarang kita harus mencoba memurnikan siapa sebenarnya kita...


Rasulullah SAW pernah bersabda,
”Bila engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR Bukhari)

* * * 

Untuk Sufi Fatiya...

Assalamu’alaikum warahmatullah!
Kakak mohon maaf sebelumnya kalo messege ini ngeganggu Sufi. Sufi, kakak sangat senang bisa mengenal Sufi dan menjadi teman saat ini. Dan ada satu hal yang nggak bisa hati membohongi, ingin rasanya kakak menjadi kakak sungguhan bagi Sufi, yang nantinya akan kakak sayangi dan kakak bimbing jalan langkahnya, kakak tuntun titian tiap derap lakunya, kakak ajari dalam kebaikan.

Dokumentasi Muslim Adventure


Tanggal 31 desember 2009 - 1 januari 2010 diadakan kegiatan Lintas Alam yang diikuti oleh pelajar se-Lampung Utara yang bertempat di desa Subik Abung Tengah. Berikut hasil dokumentasinya...



Photobucket
Wuih, sebelum berangkat, kudu semangat membara yach! Ups, tapi kok kayak teroris neeh? hehe...



Photobucket
Bismillah... Berangkat! SMA N 1 Bukitkemuning start nomer 4 euy!



Photobucket
Di perjalanan kita juga sambil ngapal Surah Al-Qur'an Lho... QS. Al-Baqarah : 208



Photobucket
Belum ada seperempat perjalanan. Keep harus semangat bro... Pemandangan di ats indah banget!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...