Lembar Cemburu (Diary Ukhti Part 4)


Sudah kesekian kalinya aku menulis tentangmu di diary cintaku ini. Baru saja aku melihat, mendengar, dan menyaksikan seseorang gadis berjilbab yang agaknya seorang adik kelsamu di Rohis. Ia mengetuk pintu kelas kita saat kita belajar, dan gadis itu ternyata mencari kamu... Aku masih ingat kata-katanya...

"Assalamualaikum... maaf pak, saya mau manggil kakak yang namanya Duta!" kata gadis itu.
"Ciyeee... suit suit, ada yang nyari Duta rupanya. Siapa itu, Dut?" sontak teman-teman sekelas meledek kamu.
"Hayooo Duta..., ada maen dengan anak kelas sepuluh ya? Hahaa..." kata salah satu orang.

Dan sekian banyak lagi sorakan yang menjurus padamu karena gadi itu mencarimu.

"Waalaikumsalam. Ia silahkan!" kata pak guru Matematika yang sedang mengajar kita.

Kamu pun lantas keluar memenuhi permintaan gadis itu. Yang kutangkap saat itu adalah bahwa ada suatu yang penting antara kamu dan dia. Setelah beberapa saat kamu keluar, kamu masuk kelas lagi mengambil sebuah kunc dari tas-mu dan memberikan pada dia. Aku tahu dari teman sebangkuku, katanya kamu itu adalah seorang BPH Ikhwan dalam Rohis. Jadi yang memegang kunci mushola adalah kamu. Mungkin gadis itu ingin membuka mushola karena ada suatu kepentingan. Kamu sebenarnya tidak salah.

Kamu tahu gimana dan apa yang aku rasa saat ia memanggilmu dan bicara sesuatu padamu? Kamu tahu kenapa aku menundukkan kepala saat gadis itu menyapa dan memanggilmu? Hatiku menangis. Aku cemburu. Malah pernah suatu ketika aku menitikkan air mata karena tak kuasa menahan cemburu itu. Kadang aku bertanya pada Tuhan kenapa cinta yang harusnya indah bisa sebegini menyakitkan.

Kurasa Allah tidak adil memberiku penyakit seperti ini. Andai aku seperti gadis yang lain, mungkin aku adalah seorang gadis yang meminta kunci padamu seperti halnya gadis tadi. Aku juga ingin kau panggil dengan sebutan Ukhti seperti gadis berjilbab lain yang kau panggil di Rohis. Ah, tapi kau tak bersalah... kanepa aku harus menyalahkanmu?!

Akhi..., pernahkan kamu mengharapkan sesuatu tapi sampai sekarang ingin itu belum dapat kau genggam? Kau ingin meraihnya tapi kamu sadar kamu sayapmu patah satu? Kau ingin mendaki tapi kau tahu kemampuanmu amat terbatas? Kau mencintai seseorang tapi kau sadar dengahn mencintai dia kau akan amat terluka? Pernahkah kamu merasakan hal itu? Akhi tahu kan itu amat menyakitkan? Lantas kenapa akhi biarkan aku merasakan sakit itu? Kenapa akhi biarkan aku merasakan betapa sakitnya cemburu?

4 Februari

0 komentar nih!:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...