Lembar Kuncup Daun Abadi (Diary Ukhti Part 3)


Apakah seorang pendiam haram untuk jatuh cinta? Pertanyaan naif! Aku juga bisa merasakan fitrah manusia yang satu ini, yaitu Cinta.

Mungkin aku takkan pernah menulis di diary berlembar-lembar tentangmu dan memikirkan yang tidak-tidak andai Allah tak pernah memberiku rasa cinta kepadamu. Sebenarnya ada malu mengakui mengingat diri yang dingin, tertutup, dan pendiam ini. Tapi tak selamanya diam itu emas, kan? Adakalanya untuk berkata mengungkapkan rasa agar emas itu bernilai lebih. Meski hanya dalam tulisan. Kamu tahu kan maksudku?

Langsung saja. Aku... aku telah jatuh cinta denganmu......

Aku tidak tahu kenapa dan apa yang membuatku kagum dengan pesonamu. Sampai-sampai aku takut jika harus kehilanganmu. Rasanya, mimpiku pun jadi lebih indah. Ingatanku tak pernah lekang dengan bayanganmu baik saat terjaga dan pejamkan mata. Senyummu. Wajahmu yang teduh. Tutur katamu. Renyah tawamu. Ah, hadirmu mengalihkan duniaku. Sakit yang kurasa, luka yang kuderita seakan sirna kala memandang teduh wajahmu. Konyol bukan?

Apakah yang sudah terjadi denganku? Apakah karena setan yang telah berhasil bermain-main di dalam hati hingga tak bisa aku jika tidak membayangkanmu? Tapi mengapa mereka berhasil? Apakah karena aku telah menegak khamr cintamu? Hingga tak kurasakan lagi sakitnya? Ataukah karena aku telah terkena kail cintamu? Yang membuatku tak mampu melepas dan akan terasa amat sakit jika kupaksakan melepasnya?

Kadang aku senyam-senyum sendiri karena mengkhayal tinggi tentangmu. Betapa senangnya aku kala melihatmu tampil Nasyid di berbagai kegiatan di sekolah. Betapa bahagianya aku saat dengan kebetulan kita satu kelompok dalam mengerjakan tugas kelompok. Betapa cerianya aku jika kamu menyapaku. Karena kamu, aku jadi lebih tegar meniti tiap jengkal nafas-nafas waktu yang terhunus yang kulalui dengan sebentar ini. Kamu mampu membuatku bahagia meski kutahu ku akan merasakan sakitnya cinta kelak.

Harmonika cinta mengalun syahdu di relung-relung jiwaku
Menciptakan simphoni-simphoni indah menyejukkan jiwa
Nyanyian-nyanyian cinta menggema
Bunga-bunga tumbuh indah di taman-taman maya
Membuatku setengah gila dalam lamunan
Yang sepi...

Sebenarnya aku telah bosan bercumbu dengan bayang bayanganmu. Inginku... adalah membuka jendela menyambut pagi yang tenteram dan damai. Meraup butiran cita cinta pada embun yang menyejukkan. Menanti datangnya mentari di dalam hati. Menyambut hari-hari esok yang kan jadi misteri dengan sebuah kuncup daun abadi. Aku tak ingin terperosok, jatuh, dan terinjak dalam cinta karenamu. Aku ingin kamu sentuh hatiku. Kau beri perhatian padaku. Kau gapai aku. Sembuhkan sakitku. Bahagiakan aku. Bukan hanya mimpi di atas mimpi.

29 januari

0 komentar nih!:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...