Rapansa FM, Kebanggaan Baradatu

 Radio. Siapa sih disini yang nggak kenal? Semua orang kayaknya dah pada tahu dengan istilah yang sudah nggak asing ini. Kata “Radio” sering banget digunakan dalam pemakaian istilah tentang gelombang/ sinyal, contohnya “RADAR” (Radio Detection and Ranging), atau contoh lain adalah “GPRS” (General Packet Radio Service) yang digunakan sebagai koneksi internet untuk handphone. Masih banyak lagi deh contohnya tentang penggunaan kata “Radio”. Semua hal yang berkenaan dengan sinyal, gelombang, pancaran, dan hal yang berkenaan dengan media penyampaian bisa disebut Radio. Namun masyarakat lebih mengenal kata “Radio” itu identik dengan sebuah siaran, sebuah studio broadcast, dan tempat untuk menyiarkan informasi dalam bentuk audio. Radio yang dimaksud ini, pertama kali ditemukan oleh C. Marconi dari Italia.

Tapi eits, tunggu dulu, kok malah manjang ke asal-usul radio sih. Kan kita mau bahas tentang Radio yang ada di daerah kita tercinta. Yups, yaitu Rapansa FM.

Cerita Hujan tentang Ia


Meski hujan jatuh dengan perlahan, namun guyurannya seakan enggan untuk berhenti. Sudah sekitar sejam ia membasahi bumi. Dan masih ingin terus membasahi malam ini. Langit yang hitam menangiskan karunia Tuhan saat malam yang sepi seperti ini. Dan karunia-Nya jatuh pada tanah yang Ia kehendaki atas hamba yang penuh tunduk, syukur, dan tafakur.

Hujan masih menyirami dengan tiap mili air-air yang subhanallah. Gemercik suara tetesan hujan yang terpantul saat menempa genting dan jatuh dari cucuran atap kemudian memercik pada tanah menciptakan riak kedamaian dan ketakjuban. Bagai tasbih alam yang senantiasa menyucikan asma-Nya dimanapun berada. Aku tidak seperti alam yang selalu ingat untuk menasbihkan binal atas Pencipta. Aku juga tidak seperti burung-burung yang selalu menyambut indahnya ayat-ayat kauni pagi dengan tasbih-tasbih kicau yang merdu. Aku kadang lupa atau yang lebih tepat lagi lalai atau lebih tepat lagi melupakan untuk menafaskan hari dengan tasbih. Celakanya aku lebih sering dan senang mengingat salah seorang hamba yang sesungguhnya dhoif ketimbang –Nya yang khalik. Ampuni jika aku salah, Allah…

Sekuel Dikit Cerita tentang Inu Anwardani...

Inu lahir di Campur Asri, Baradatu, Way Kanan pas tanggal 16 Desember 1992. Nama ayahnya Warsudi dan Ibunya Lilis Suryani. Sebenernya nama asli Inu adalah “Ibnu Anwardani”, dengan “Ibnu” artinya anak, dan “Anwardani” adalah gabungan dari nama kedua orang tua. Di tempatnya “Ibnu Anwardani” lebih akrab dipanggil dengan sebutan “Inu”. Inu anak ke dua dari keempat anak-anak dari orang tuanya (hehe,, lagi males nulis anak ke….. dari …. bersaudara). Umur 4 tahun dia dimasukin ke TK, masuk kelas nol kecil. Tiap berangkat ke TK Inu bareng dengan sahabat terbaiknya saat itu, Roma Rio namanya. Di TK Inu banyak ketemu kenalan temen. Disitu juga Inu suka dijahilin temen-temennya yang nakal. Berantem. Dan nangis. Hal yang mamalukan bagi Inu pas TK adalah beberapa kali suka BeoL di celana (Ouchttttt!), dan untung ada bu guru yang baik hati yang mau nyebokin. Hehe... (makacih ya bu gulu...)

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...