Lelaki Berwajah Sedih


Ketika malam aku mengimpikan seraut wajah yang demikian kucinta memelukku. Dia yang kini banyak membantuku nan mungkin untuk beberapa hari ini kuanggap sebagai ibuku. Dia ‘mbakku’. Mbak yang penuh mencintai diriku meski tak pernah kuberikan apa-apa kecuali kekecewaan. Dia yang hingga kini banyak kurepotkan dengan segalanya. Dia yang banyak kususahkan untuk meraih cita-citaku. Dia mbakku.

Di mimpi itu, ia memelukku. Erat.

Terlepas aku dari terjaga. Kemudian segumpal wajah tergesa hadir di hadapku membawa secarik koran yang dibeli begitu awal pagi. Ada getir di wajahnya. Seakan ada keraguan yang tercipta dari riak wajah lelahnya. Dan ketika koran itu kubuka, hancurlah hatiku. Inilah untuk kesekian kalinya aku mengecewakan orang-orang yang telah kususahkan. Mbakku, ibuku, ayahku, Masku, semuanya yang telah dengan banyak harap untukku.




“Masya allah noy...” ucapnya kepadaku setelah memastikan bahwa nakamu tak ada di lembar pengumuman di koran itu. Dia lantas memelukku.

Aku merasa menjadi orang yang paling bodoh di dunia. Begini saja tidak masuk. Lagi-lagi, aku mengecewakan banyak orang. Dan mimpi itu jadi kenyataan, aku memeluk dia. Orang yang memperjuangkanku hingga detik ini selain ibunda dan ayah. Dia mbakku...

Perlahan ia melepaskan eratannya. Dan lantas pergi meninggalkanku untuk membuatku sendiri dulu. Aku jadi teringat wajah ibu, wajah ayah, yang.... yang begitu ingin anaknya sukses. Yang begitu ingin anaknya tinggi. Namun apa, aku kembali mengecewakannya. Mengecewaknnya dan menghancurkan harapan-harapan yang sudah dibangun sejak jauh. Semuanya, terlintas dalam angan bagai proyektor senja. Dan puluhan tetes air mata jatuh membasahi kertas koran pengumuman. Aku tak bisa menahan tumpahan air mata. Semuanya jatuh. Tumpah. Seiring kekecewaan-kekecewaan yang terus kusembahkan pada dunia. Masya allah... maafkan aku ibu... aku kembali gagal.

* * * * * *

Aku dihantar oleh seseorang yang sudah kuanggap sebagai mas ku sendiri. Mas yang ikhlas. Mas yang selalu menolongku. Juga mas yang selalu kususahkan: kesana kemari, ini itu, dan seterusnya aku selalu ditolong olehnya. Dia selalu kususahkan, namun yang kuberi hari ini kembali adalah kekecewaan. Amanah mereka kembali kukecewakan.

Pagi buta aku katakan pada mbak yang kucinta, bahwa aku tak lagi ingin menyusahkan banyak orang. Aku mau hidup mandiri setelah ini. Aku tak mau membuat orang-orang yang kususahkan kecewa lagi pada akhirnya. “Aku tak mau menyusahkan orang lagi mbak..., sudah cukup aku menyusahkan dan menimpali dengan kekecewaan”.

* * * * *

Sore ini, aku duduk di dalam angkot kecil. Bersama lembut udara nan sejuk masuk. Yang membawaku kembali menghantarku pada satu harapanku yang baru saja gagal. Aku kembali menjatuhkan air mata. Air mata untuk orang-orang yang kucinta karena kukecewakan.

Ingin rasanya kutumpahkan semua air mata. Ingin rasanya air mata ini habis, hingga tak lagi kurasa sakitnya. Hingga tak lagi kurasa pedih peri dalam hati ini. Aku hanya bisa menangis kini. Tersenyum tak kuasa. Ah, ingin aku menumpahkan sejuta air mata rindu untuk ibu... yang akan membuatnya tersenyum kelak. Karena ia bangga padaku...

Ya allah, buat aku bisa membuat bangga kedua ayah dan bundaku... Buat aku bisa menciptakan secuil kecil di bibirnya, dalam senyum ikhlas bahwa anaknya luar biasa. Amiinnn....

* * * * *

Bandar Lampung, 4 Agustus 2010

12 komentar nih!:

Anazkia mengatakan...

Assalamu'alaikum...

Apa khabar? salam kenal. Maaf, Mbak baru bisa singgah :) belum baca2 tulisannya. Senang bisa kenal Inu :) tetep semangat ngeblog yah

Inu Anwardani mengatakan...

Waalaikumsalam...

Alhamdulillah baik! Iya ga papa, mungkin lain kali. Di komen aja senengnya udah minta ampun (haha lebay). :f: Iya mbak, bakal terus upgrade tulisan deh! :a:

sTaRs mengatakan...

jngan mnyerah,,,,

bnyk jln mnju skses,,,

mgkin kmren usha Qt krang mksimal,,,

tak da rotan, akrpun jd,,

g msuk dsni,, dsna msh ada,,,,

ortu g kn kcwa, slgi Qt msh mw berusha,,

skses ea!!!!!!!!!

jgn nngis geh,,,,

cmile^_^

Inoe Anwardani Kuskus mengatakan...

@Stars=

Thanks ya dah kasih semangat. Mudah2an ada yg indah di balik semua ini buatku makin sukses and melejit. :c:

Iyah ini udah smile... :h: Aq ngak nangis kok! :a:

sTaRs mengatakan...

bgus,,,, tu ru nm,ny Sky juwelekz,,,,hihi

Inu Anwardani mengatakan...

Huuuu..... :a:

Tau lah yang kau ganteng mel. :f:

sTaRs mengatakan...

apa mksudny????

g ngrti Q???
"tw lh yg kw gnteng mel????"

Inoe Anwardani Kuskus mengatakan...

Ai lelet jeme ini.

kau kan tadi bilangin aku jelek, ya aku bilang aja "mentang-mentang kau ganteng" bisa seenaknya bisa ejek orang. haha... itu maksudku. :e:

sTaRs mengatakan...

mksdny pa????

g ngrti Q,,
"tw lh kw yg gnteng tu???"

sTaRs mengatakan...

woy,,,,,

Q ni,,,, wedok,,,

tw ora?????
enk ja gnteng,,

g ush bsa bsi,, kw tu mw blang lw kw gnteng,,, pke ngles lg kyk bajaj,,,

Inoe Anwardani Kuskus mengatakan...

Ngajak ribut kau boi??? :e: :e: :e:

sTaRs mengatakan...

ntar ja lw mw rbut,,,, hbs lbaran,,,

hbs m"f2an,,, lgsug rbut lg,,!!!!!

hahahahahah

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...