Yang Membelokkan Keikhlasanku




Pagi bersenandung. Derai-derai embun dan udara yang bertebaran menampakkan bau basahnya kesejukan. Dedaunan yang hijau itu bermandikan tetesan meniskus sisa hujan. Pepohonan dan sawah nan hijau seakan berkata pada dunia bahwa mereka siap dengan hari baru. Buktinya, pagi ini mereka menunjukkan wajah ‘hijau’ terindahnya. Pagi baru hadir, sinar cahaya dari ufuk timur menampakkan jingganya. Ya, matahari mengingsing. Ia memberikan cahaya bagi setiap insan dengan tanpa kenal bosan, tanpa kenal kelelahan, dan tanpa kenal membangkang atas perintah Tuhan yang padanya telah ditetapkan. Ia terus beredar tunduk patuh dalam iradat-Nya. Di mataku, pagi ini sungguh memesona...

Angin pagi nan menyejukkan menyapaku dengan terpaan yang menggetarkan, yang membuatku sedikit bertasbih pada-Nya yang menciptakan angin, udara, dan oksigen yang kini masih bisa kurasa. Kumpulan air terlihat mengalir. Di embung yang besar itu tempat air bertemu. Embung universitas yang besar ini adalah tempat kembalinya air-air yang jatuh di tanah Institut Agama Islam Negeri Lampung. Semua yang kutatap seakan bertasbih. Begitu kurasakan sejuknya keindahan. Keindahan langit yang begitu biru. Keindahan awan yang membumbung. Dan hatiku juga seakan membumbung, mangangkasa. Sungguh memesona...

“Haa, memesona??? Iya kah?” Sepertinya ada yang salah pada diriku. Apa kini yang sudah terjadi padaku? Aku merasa aneh dengan diriku. Aku baru sadar bahwa aku berangkat ke kampus pagi ini begitu awal. Saat ini adalah pukul 07.00. Sedangkan aku masuk kuliah pukul 08.00. aku mulai curiga dengan hatiku.

Apakah karena dia yang membuatku terbangun begitu pagi dan bersemangat untuk berkuliah? Dia adalah Niana. Gadis jelita berparas elok dan berjilbab rapi nan anggun. Sejak pertama bertemu aku seakan langsun akrab dengannya. Belum lagi face-nya yang manis, membuatku seperti ingin ......... ah, astaghfirullah! Apa yang sudah aku pikirkan? “Istighfar, Nu!!” bentak hatiku.

Aku jadi teringat semalam. Semalam Niana yang mengirim SMS padaku, “Assalamualaikum. Nu, besok mata kuliahnya Matematika Dasar ya? Bales yah, Niana. ^_^”. Dan langsung kubalas,

“Waalaikumsalam. Huu, ntu dah tahu masih nanya. Hehe.”
“Ihh, sinis amat sih kosma ini. Jangan galak2 geh kosma sama anak buahnya, hehe. Btw jam berapa kuliahnya besok? ^_^” balas Niana.
“Yadeh maap! Ya ampuuun, niana ini nyatet jadwal nggak sih??? Kok nanya mulu. Besop tuh kuliah jam 08.00.” balasku.
“Nyatet sih. Tapi kan niana Cuma pengen mastiin doang. Emang ngga boleh ya? Hik hik. ^_^”
“Boleh kok boleh kok! Jangan nangis, kyk anak kecil ah!”
“Yee siapa juga yang nangis. Wong niana Cuma boongan wek, biar hati mas kosma luluh. Hihihi. ^_^”
“Huh dasar!!! Wanita pembohong, kukutuk kau menjadi spongebob, (haha, gak nyambung). Ihhh, kok niana tiap sms ujungnya pasti ada “^_^”-nya. Curiga aku! Jangan-jangan....”
“Kalo aku spongebob, kamu plankton-nya. Haha. Wek! Ihh, curiga gimana? Itu emang cirinya niana tau. “^_^” itu tanda tangan niana. ^_^”
“Huh, jahat! Ohh, gitu! Kirain niana dah gila / ada sesuatu dg aq. hehe.”
“Yee, senyum tu ibadah tau!”
“Iya, aq juga tau. Emang niana orangnya murah senyum tah? Awas yah kalo besok ketemu aqnggak senyum. Denda 5 juta pokoknya. Hehe.”
“Ihh, enak aja! Masak denda??? Sorakin Inu, huuuu.....”
“Hehe. Dah dulu ya. Dah malem. Assalamualaikum. Denda pokoknya kalo nggak senyum. ”
“Waalaikumsalam. Nggak, wek!”

Apakah karena sesosok nama Niana yang memuatku bisa berangkat begitu pagi? Apakah karena perhatian. Apakah karena wajah manisnya yang membuatku tak bisa jika tidak mengaguminya? Ya Allah, ampuni aku, aku menuntut ilmu disini bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk cita-citaku. Benahilah niatku...

Ada sesosok lagi yang membuat hati ikhwan sepotong seperti aku menjadi kebat-kebit. Dia adalah Ayunda, dia adalah sahabat baruku yang begitu mencintai keislamannya. Dia akhwat banget. Selalu menjaga pandangannya, ramah dalam berkata, jilbabnya lebar, dia juga pintar, cerdas, dan pandai berbicara. Dia bagai permata safir yang ada di tanah lampung bagiku. Teman-teman laki-lakiku juga berkata, bahwa Ayunda itu memang lucu, imit-imut, juga senyumnya manis.

Ada lagi sesosok gadis yang namanya Risha. Ia gadis yang lucu. Asik diajak bicara. Dan entah kenapa aku setiap hari selalu berususan dengan dia, aku selalu bertemu dengannya, pokoknya ada saja hal yang menuntut aku dan dia untuk bertemu. Ada desir disana, yang tak bisa kujelaskan... entahlah.

Ada lagi seorang yang namanya Hanifa. Dia suka perhatian denganku. Suka bertanya basa-basi denganku, juga suka bermain konyol-konyolan di kelas. Dia gadis berjilbab yang manis. Dia ketika malam hari suka meng-SMS ku dengan nada yang kadang tak penting. Seperti, “Met malem. Lagi ngapain nih?”. “Jangan lupa baca doa ya!”, dan lain sebagainya. Dia juga suka mengirimku sebuah SMS tausiyah, terkadang dia juga memanggilku “Inu Chayank” dalam SMS-nya. Sebenarnya aku sedikit risih, tapi..... ah,

Tiba-tiba aku nyengir-nyengir sendiri menatap embung besar universitas. Entah apalah yang sedang terjadi dengan diriku hari ini. Apakah aku telah terkena sindrom akut wanita-wanita cantik di sini? Yang mendamba perhatian banyak orang, yang senang jika perhatian banyak orang datang, yang senang jika sapaan khusus terucapkan untukku.

“Astaghfirullah.... astaghfirullahhal adzimm.....!!!”

Apa yang sudah kupikirkan? Apa? Segitu hinanyakah diriku ini hingga yang kuimpikan adalah idaman terhadap gadis berjilbab nan indah bagai permata. Astagfirullah.... ampuni pikiranku ya Allah.

Sebenarnya apa sih yang kucari di universitas ini? Bukanlah harta, bukanlah pujian, bukan juga kesenangan yang menyemukan. Aku mengutuk diriku sendiri. Niatku sudah berkontaminasi dengan nafsu yang sengaja dijejali setan dalam itikad menuntut ilmuku. Ada yang lebih berharga dari pujaan seorang gadis berjilbab, yaitu ilmu. Disini sesungguhnya yang kucari adalah ilmu, bukan kesenangan. Tapi kenapa niat ini bisa terbelokkan? Ya allah, ampunkan aku!

“Ya Allah tolong jagalah hatiku. Jaga ia dari kepunahan fitrah yang sejatinya adalah menuntut ilmu. Ya Allah, tuntun aku dalam menapaki jalan kehidupan, dan buatlah langkah kaki menjadi kekar karena-Mu. Jagalah hatiku. Jagalah hatiku. Di hatiku ini ada nama yang mesti kucintai, bukan semu. Dan dia telah kujaga sejak lama, jika kau kenankan, jagalah dia untukku. Bukan disini yang kurasa begitu semu. Ya Allah, peliharalah sifat dan kelakuanku. Janganlah melampaui batas sebagai muslim-Mu yang sejati. Tuntun aku menjadi hamba-Mu yang berbakti, pada ibu, pada Ayah, dan berbakti pada amanah bahwa aku ada di universitas ini adalah menuntut ilmu. Bukan bersenang. Bantu aku Allah.... Amin.”

* * * * *

Sepenuhnya Fiksi
Bandar Lampung, 25 Oktober 2010
Inu Anwardani

10 komentar nih!:

Nuraini Nani Hikaru mengatakan...

Sahhh curhat euy.....
:f:
coba buat kisah dari ospek dex, pasti keren...

Inu Anwardani Ikusa mengatakan...

Hihi... iyalah, itong kan juga bisa curhat wek. nggak cuma cewek. :f:

nggak ah, ospek nggak keren. buat aja ndiri cerpen ospek pas kakak di siksa2 ama kakak tingkat. hehe... :e:

Uni Nanie mengatakan...

ih waw... eksis ya ni blog jadi diary online...
ini cerita agaknya nonfiksi, masak ga beraturan gitu......
kating sebenernya ada jg kok yang baek.........

Inu Anwardani mengatakan...

Hehehehe.....

emangnya kalo nggak beraturan pasti nonfiksi gituh? heu, tanya aja ama kodok kalo gak percaya. :c:

Iyatah?????? :e:

Nani Seinna mengatakan...

Bukan gitu lho, jadi seolah ceritanya itu dibuat secara emosional ... langsung 'plek' numpahin segala isi hati... begete...

nanya ama kodok gimana maksudnya?

iya... terutama saat kemaren2 ada kejadian... waktu kakak takut banget kating itu yang meluk kakak, juga ada kating yang minjemin hp nya buat kakak nelpon orang tua,,,

Inu Anwardani mengatakan...

Ohhh...

Ya gitu deh pokoknya. hihi.

ada yang baik juga. hehe, temenannya ama orang y kayak gitu tuh kak. :d:

Nani Nuraini mengatakan...

iz... ah oh ah oh...

ga usah ketawa, jelek tau :n:

he'eh... Iain libur idul adha berapa lama dex?
masak PB terancam ga libur,,

Inu Anwardani mengatakan...

Hehe... kalo iain tergantung kosmanya (ketua kelas), kebetulan adex ketua kelasnya. temen2 byk yg minta seminggu, tapi adex gak mau, terlalu lama, ntar dosen marah. jadinya mungkin paling lama 4 hari. :c:


Iiiizzzz.... masak gak libur? kejem amat sih masak lebaran2 ndekem di asrama... :e:

Nani Nuraini mengatakan...

hah??? enak amat??
ga tau lah... palingan geh kalo libur cuma sehari. abis itu minggunya UTS...
tapi kating kemaren liburnya 3 hari... mudah2an aja tahun ini 3 hari juga :i:

Adex INNU mengatakan...

Hehe.... enak lah! :g:

Rasain! liburnya bentar. ^_^

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...