Kata Kata Cinta


Sesak rindu membelenggu. Akankah hadir di hadapku, sesosok bidadari terakhir itu. Adalah dia yang kujaga... di dalam hati...

Duhai malam, isyaratmu tak jua mengantarku pada senyumanku yang biasa kuberikan pada dunia ketika ia masih ada. Langit, birumu kini jarang hadir bersanding dengan awan putih nan suci. Bintang, terangmu sudah langka kulihat, terganti dengan sepi hidupku yang begitu rancu. Aku merindunya, Duhai pemilik hati!

Andai Aku Menjadi

Aku adalah orang yang seneng dengan hal yang gratisan, atau paling nggak murah. Salah satunya ialah ngenet gratisan di telkom. Disana kita cukup ngejogrok bawa notebook dan dalam sekejap dan dengan sepuasnya kita bisa ngenet sepuasnya. Disana tersedia sinyal Wi-Fi makanya bisa konek, juga disediain tempat colokan buat ngecas laptop/ notebook.

Senandung Jilbab Adikku


Pagi yang mendung. Namun pagi ini juga adalah pagi yang indah karena berjuta embun berguguran dari langit. Embun, yang menciptakan kedamaian bagi yang menatap gugurannya dan merasakan dingin serpihannya. Matahari masih enggan tuk menyinari bumi dengan cahayanya. Suara katak masih bersua ria, sambut menyambut, mereka berdzikir menyambut pagi nan indah. Mereka bersyukur atas musim hujan yang allah kucurkan, mereka bersyukur, mereka berdzikir memuji pencipta yang menurunkan rizki hujan seiring berjuta limpahan rahmat-Nya.

Hari ini hari minggu. Jam telah menunjukkan pukul 07.00, namun masih saja pagi yang indah ini bersenandung dengan kesejukannya. Pagi ini seakan mengajak berjuta orang untuk melihat ke kedalaman hati. Menyelami ke dalam fitrah yang suci. Yap, pagi ini bertasbih… “Andai setiap pagi bisa merasakan pagi yang seperti ini.” ujar Anggi dalam hati.

Ulang Tahun Terindah


Tiga. Dua. Satu. “Fiuh....” kutipu kue ulang tahun itu. Dan seketika hatiku seakan bahagia. Senyum mengembang di bibirku. Kuucapkan segenap doa agar di umurku yang baru ini akan lebih berkah dan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Di kamar kosanku, ada banyak sekali kado. ada yang besar dan juga kecil. Perlahan kubuka satu persatu kado mulai dari yang paling besar. Kusobek-sobek bungkusnya, dan, isinya adalah sebuah speaker aktif komputer ukuran sedang yang nanti bisa kubuat mendengarkan musik jika bosan di kosan. Kubukan lagi kado berikutnya, isinya adalah sebuah baju kemeja yang bagus, yang keren jika dipakai olehku. Aku senang. Kubuka lagi kado berikutnya, bungkus kadonya terlihat kecil, yang memberi adalah “Airin”, orang yang kucintai, namun sepertinya ia hanya menganggapku teman biasa saja, tak lebih. Yah, aku kan terus mencintainya, meskipun cinta tak harus memiliki. Setelah kubuka isinya adalah benda yang memang saat ini begitu kuinginkan. Yap, isinya adalah sebuah jam tangan, berwarna hitam, yang bentuknya elean dan aku idam-idamkan. Aku amat bahagia.

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...