Ulang Tahun Terindah


Tiga. Dua. Satu. “Fiuh....” kutipu kue ulang tahun itu. Dan seketika hatiku seakan bahagia. Senyum mengembang di bibirku. Kuucapkan segenap doa agar di umurku yang baru ini akan lebih berkah dan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Di kamar kosanku, ada banyak sekali kado. ada yang besar dan juga kecil. Perlahan kubuka satu persatu kado mulai dari yang paling besar. Kusobek-sobek bungkusnya, dan, isinya adalah sebuah speaker aktif komputer ukuran sedang yang nanti bisa kubuat mendengarkan musik jika bosan di kosan. Kubukan lagi kado berikutnya, isinya adalah sebuah baju kemeja yang bagus, yang keren jika dipakai olehku. Aku senang. Kubuka lagi kado berikutnya, bungkus kadonya terlihat kecil, yang memberi adalah “Airin”, orang yang kucintai, namun sepertinya ia hanya menganggapku teman biasa saja, tak lebih. Yah, aku kan terus mencintainya, meskipun cinta tak harus memiliki. Setelah kubuka isinya adalah benda yang memang saat ini begitu kuinginkan. Yap, isinya adalah sebuah jam tangan, berwarna hitam, yang bentuknya elean dan aku idam-idamkan. Aku amat bahagia.



Perlahan ada pilu, ada kesedihan dan mataku berkaca. Cerita di atas hanyalah bohongan. Cerita itu hanya khayalanku semata. Aku mengkhayal bagaimana rasanya bisa meniup kue, mendapat hadiah, dan bahagia saat ulang tahun. Selama aku hidup mana pernah aku meniup kue. Selama ku hidup mana pernah ku mendapat hadiah dari teman-temanku. Bahkan, sebuah ucapan dari teman-temanku pun jarang aku terima. Ucapan seperti, “Dani, selamat ulang tahun ya...”, mana pernah aku dapatkan. Akulah orang yang paling sedih di dunia, terlebih hari ini, di hari ulang tahunku hingga detik ini belum ada satupun yang mengucapkan kata terindah ketika seorang berulang tahun, “Happy birthday!” atau “Met ulang tahun!” dll.

Aku memang orang yang sedikit pendiam. Susah bergaul dengan orang lain. Tapi aku kan juga ingin mendapatkan perhatian dari banyak orang. Aku ingin mendapat sebuah ucapan yang dengan ikhlas mereka ucapkan ketika aku ulang tahun. Aku ingin mendapatkan sebuah doa dari mereka ketika aku ulang tahun hari ini. Tapi kenyataannya, hari ini aku tak mendapatkan apa-apa.

Aku merasa hampa. Hidupku seakan tiada guna karena hidupku tak berarti apa-apa. Kosong. Dan tak ada yang memerhatikanku. Padahal aku butuh perhatian. “Aku butuh perhatiaaaaannnn!!” ingin kuucapkan sekuatnya hingga setinggi langit.


Aku duduk di embung (kolam penampungan air) besar kampus. Masih amat pagi, pukul 06.30. suasana kampus masih demikian sepi. Kulihat embun jatuh perlahan dengan kesejukannya. Oh, sejuknya... namun tak sesejuk hatiku yang tengah gersang akan kesedihan. Kulihat mentari di barat terbit, ohhh.... betapa indahnya. Andai aku hidupku seterang matahari, bisa terus menerangi, tapi sialnya hidupku kini malah seakan matahari tak muncul lagi, hidupku hampa. Aku butuh kasih sayang dan perhatian dan banyak orang. Kulihat burung-burung yang terbang bebas di udara, mengembangkan sayapnya, berkicau sesuka hatinya,  terbang bebas sekehendak kepak sayapnya. Ohh, lebih baik aku menjadi burung saja, yang bisa dengan bebas dan bahagia menjalani hidupnya. Burung bebas ingin terbang kemana dan ingin apa. Burung bebas berkicau dan mengekspresikan lantang suaranya. Burung juga bebas bercanda dengan sahabatnya. Bahkan mereka bebas terbang bersama-sama secara kompak, teratur, dan berurutan. Sedang aku? Aku tak bebas. Aku terjajah dan hidupku sepi sendiri dan hampa. Teman-teman di kuliahan mana ada yang perhatian denganku. Mana ada yang kan memberi sebuah hadiah padaku. Airin juga, mana mungkin dia memberiku hadiah, baginya mungkin aku bukan apa-apa, meski aku begitu mengagumi dan mencintainya.

Oh Tuhan... pagi ini begitu indah. Alam menyambut dengan nuansa indah. Tapi alangkah lebih indah jika detik ini juga nyawaku tercabut. Karena aku pasti akan merasa tenang disana. tidak perlu lagi terkekang dengan perasaan yang menderaku dan menjajah asaku. Kupikir jika aku mati aku akan tenang, dan tidak perlu pusing-pusing memikirkan aku butuh perhatian atau tidak.

Perlahan ada tetesan air mata di pipiku. Langsung kuhapus air mata itu. Cowok kok nangis. Nggak ada sejarahnya seorang cowok menangis, kecuali hatinya dikhianati oleh cinta, itu yang pepatah bilang.

Sungguh, aku merasa inilah hari tersedih di dunia bagiku. Hari yang seharusnya menjadi hari indah karena aku ulang tahun hari ini, malah sebaliknya. Aku tak mendapat apa-apa. Sangat menyedihkan...

Perlahan ada derap langkah kaki yang menuju ke arahku. Kemudian dia menyentuh bahuku. Kutolehkan wajahku padanya. Ternyata dia adalah teman sekelasku, dengan senyumnya ia terlihat begitu cantik hari ini. Berbalut jilbab putih yang rapi, harum tubuhnya khas bau akhwat. Dan dia berkata padaku,

“Dan, jika hari ulang tahun itu penting, maka jadikanlah setiap hari di hidupmu sebagai hari ulang tahunmu. Agar setiap hari kamu bisa bahagia, agar kamu bisa merasa hidupmu sangatlah penuh makna. Tapi jika sebaliknya, jika hari ulang tahun itu tak penting buatmu, maka buang jauh-jauhlah hari ulang tahun dari hidupmu. Toh tanpa ulang tahun kamu malah bisa lebih tegar dan  tidak tersiksa. Jalani hidup seperti biasa, karena aku sayang kamu sebagai sahabatku. Met ulang tahun yah....” ucapnya lirih, begitu menyentuhku. Dan aku merasa berarti. Aku merasa sedikit dihargai olehnya, terlebih senyumnya yang menyihir hatiku. Kuucapkan padanya,

“Makasih ya, kata-katamu jadi penyemangat buatku. Aku kan buang hari ulang tahunku, aku kan mencoba menjalani hidupku lebih dewasa, seperti kamu. Hari ini, kata-katamu mencerahkan hidupku. Makasih ya....”
“Sama-sama...” ucapnya demikian lirih, dan sebuah senyum kembali terkembang untukkku sebelum dia berlalu dari hadapanku.

Aku merenung, ucapan dari Nanda ada benarnya. Dan kata-kata darinya menjadi setetes embun Maha sejuk yang Allah turunkan di kegersangan ladang hatiku. Terima kasih, mulai saat ini aku kan jadi lebih baik lagi. Aku sudah tak butuh perhatian lagi. Aku tak butuh hadiah. Aku kan buktikan pada dunia bahwa mulai saat ini aku berubah, menjadi yang lebih baik dari hari ke hari. Itulah bagiku sebuah kepahlawanan sejati: mengalahkan diri sendiri. Mulai saat ini aku kan BANGUN CINTA!

*****

Bandar Lampung, 16 Desember 2010
Inu Anwardani
http://adexinu.blogspot.com/

Sepenuhnya FIKSI. Cuma buat hiburan ajah okee.... ^_^

0 komentar nih!:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...