Udara Cinta



Waktu demikian cepat menerbangkan detik-detik masa kemarin. Bagai angin menerbangkan dedaunan kering dari rantingnya. Sang udara yang meneduhkan itu, membawa pesan kata-kata dibalik dedaunan yang diterbangkannya. Sebuah kata-kata yang tak bisa dilukiskan dengan ungkapan, sebuah kata-kata yang tak bisa disembunyikan meski dalam merahasiakan. Sebuah kata-kata yang dalam raut bahasa wajah selalu tertafsirkan ceria, bahagia, indah, dan membuncah. Ya, itulah “udara cinta” yang tengah bertandang di dalam hatiku...

Mencintai, dicintai
Fitrah manusia
Setiap insan di dunia
Akan merasakannya
Indah, ceria, kadang merana
Itulah rasa cinta...

Senandung Tahajud


Betapapun seluruh kata kuungkapkan, kututurkan, kusebutkan dengan kata terindah, sungguh itu semua tiada arti dibanding keindahan-Mu yang sesungguhnya. Betapapun kata-kata kurangkum, kukumpulkan, untuk kubacakan kebesaran-Mu yang Kau beri, maka sungguh mungil itu semua dibanding kebesaran-Mu yang sesungguhnya. Aku kecil ya Allah, tak sanggup kuhitung anugerah-Mu yang tlah Kau beri. Tak sanggup kugambarkan betapa Indahnya ciptaan-Mu. Tak sanggup aku melampiaskan pada kata-kata betapa Maha Agung-Nya Engkau. Keagungan-Mu ya Allah, berada di atas segala-galanya...

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...