Instrumental Reflections


Kunyalakan pemutar musik dari handphoneku. Dan kemudian kumainkan lagu instrumental "Sundial Dreams"-nya Kevin Kern. Lagu itu pun mulai bersenandung mengiringi hati yang mulai tenggelam. Entah kenapa seperti ada yang tidak tenang dalam diriku malam ini. Resah. Mungkin aku tengah cemburu. Gundah. Mungkin sebuah pil pahit buatan Sang Cinta tengah kurasa.

Kembali instrumental di handphone menyenandungkan karya suara yang mencoba menenangkan gundah jiwa. Perlahan, setiap harapan seakan memudar. Perlahan, bunga impianku satu per satu kian berguguran. Engkau yang kini ada disana. Engkau yang coba untuk kuraih hatinya. Engkau yang menyinari tiap jejak langkahku hingga aku bercahaya. Engkau yang melagukan simphoni untuk menghidupkan rasa sepi. Namun kini kau segera lepas dari jangkauku. Sayapmu kini siap mengepak ke persinggahan lain. Bukan lagi di hatiku...

Bintang


Titik-titik cahaya terang yang berserakan itu terlihat begitu menentramkan. Layaknya jutaan lentera yang hidup di pelataran kegelapan. Terang. Meneduhkan. Titik cahaya itu  ada yang terang ada juga yang redup. Kerlip cahayanya berserak-serak di kanvas langit malam, mengumpul membentuk suatu gugusan yang dinamakan rasi bintang atau konstelasi.  Ya, kau menyebut titik-titik cahaya itu dengan nama “Bintang”.

Selirih Tasbih




Bulan itu terlihat sempurna. Begitu teduh rasanya berada di bawah naungan purnama bulan dan sapuan angin sepoi malam. Pohon bergoyang-goyang, laksana sebuah lambaian sang Dirigen yang menderu. Sejahteranya malam ini seakan mengalun hingga ke hati. Begitu menyentuh sanubari karunia Allah yang ada di depan mataku ini.

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...