Aku Hanya Ingin Diampuni

Membutir embun di ufuk mata
Aku tertumpuk gelimpangan dosa
Tempat mana, Jagad Raya?
Yang menerima hamba penuh nista?

Aku mengharap Surga
tapi bermain dalam Neraka
Aku bergembira di dalamnya
Seakan Neraka bagiku Surga

Menyungkur aku untuk pertama kalinya
Atas sajadah yang mengiblatkan-Nya

Rukuk demi rukuk
Sujud demi sujud
Aku hancur dalam takbir

Aku ingin seribu shalat
Aku mau sejuta rakaat
Berkali-kali aku bersujud
Bangkit takbir dan tersungkur kembali

Biar gugur semua dosaku
Biar luntur semua nistaku
Biar lebur semua maksiatku
Biar saja fajar menenggelamkanku

Aku ingin seribu shalat
Aku mau sejuta rakaat
Aku hanya ingin diampuni
Aku hanya ingin diampuni

Kau Tahu, Dinda?


Aku tahu sayapku kini telah jauh untuk meraihmu. Selimut jarak memisahkan rentang kita. Tapi aku tetap berusaha menjadi sosok terang dalam hidupmu. Supaya hidupmu tidak sendiri, agar binar senyummu tak lagi sepi. Aku takkan kenal jera menjadi penghiburmu, memulaskan kuasku pada kanvasmu yang hampa sepi. Takkan aku mengenal kesah hingga gugur semua kesedihanmu, hingga luntur segala ratapanmu yang di kelam sunyi.

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...