Matemacinta

Siapa yang mengetahui?
Sesungguhnya ada yang tersimpan di sini
Layaknya himpunan pada semesta
Nama itu perlahan mulai kujaga

Berawal dari butir senyum
Kemudian menderet pada rasio kagum
Tiada terdefinisikan
Tutur rindu, hatiku terkombinasikan

Membuncah harap pada satu nama
Bagai volume yang memenuhi ruang benda
Menyulam titik-titik kasih sayang
Sesak cintaku menuju ketakhinggaan

Ingin mengungkapkan rasanya enggan
Tapi nurani kembali bertutur ingkaran
Pada apa persamaan ini kulabuhkan?
Hingga dapat kutemukan penyelesaian

Secara linear aku mencintainya
Namun secara teorema aku telah melanggar-Nya
Sejujurnya aku benci pada aksioma-aksioma
Yang mengharuskanku membuktikan teorema
Tapi aku juga manusia
Yang punya invers kepada insan lainnya

Aku ingin dekat tapi tidak menyentuhnya
Seumpama garis asimtot yang melukis kurva
Aku ingin mengenal dan menyapa
Seperti irisan di dalam himpunannya
Aku ingin berbatas tapi bisa menghargainya
Layaknya limit yang terbatas namun ada nilainya
Aku hanya ingin mengaguminya...

Izinkanlah aku membuka
Jaring-jaring cinta yang mengekang
Pada rasa yang kusembunyikan
Agar cintaku dapat bersembahyang

***

Way Kanan, 11 Maret 2012
Inu Anwardani

0 komentar nih!:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Buat kamu yang udah baca artikel ini, gimana pendapat kamu? Tulis komentarmu yuk!!!

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...