Semangatmu, itu Ceriaku... ^_^



Aku mulai menghitung serpihan embun
Yang sejak kemarin menggugur di taman hati
Sempat sebelumnya hanyalah kabut
Namun kehadiranmu sibakkan fajar
Mengubah kabut menjadi embun
Mengubah gelap menjadi gerlap
Mengubah redup menjadi terik
Mengubah kelabu menjadi pelangi

Ketika Hati Bersimpuh


Oleh: Inu Anwardani


Pada hati yang tertikam
Ada derai yang tertahan
Ada duka yang menghujam
Butiran tasbih memintal Asma
Hadir deru gebu di sana
Merintih pada selaksa cinta
Berwujud amanah yang himpit dada...

Satu demi satu, kukulum hijaiyah-hijaiyah yang terangkai pada mushaf. Kuucap lantun-lantun Kebenaran-Nya pada Kitab Suci. Kucium Quran-ku dengan syahdu. Hening. Khusyuk. Lirih. Pada Ayat-ayat Cinta-Nya, tertabur hatiku menyemai di ladang takwa, berharap kan tumbuh bibit-bibit keimanan segera kutuai.

Ibu, Guru, dan Aku


Oleh: Inu Anwardani

Pagi ini aku ingin menulis sesuatu. Secarik yang sengaja kutulis teruntuk seseorang yang telah membesarkanku dengan penuh arti. Dengan pengorbanan yang sungguh tiada tepi. Seseorang, yang di dalam hatinya tersemat kebahagiaan besar jika buah hatinya bisa meraih mimpinya. Seseorang yang dengan wajah tegar mampu menopang banyak beban meski dalam jerit kehidupan. Seseorang yang senantiasa menyuguhkan kasih sayang yang sempurna, kasih sayang yang dengan lantang tak terbantahkan. Ya, sesosok itu adalah ibuku.

Marquee

## Inu Anwardani ##
Jl. Sahatang 164 Baradatu, Way Kanan, Lampung

Copyright © 2011 - Langit Inu - Powered by Blogger All right reserved...